Bunga Bangkai Tumbuh di Tahura

170

Bunga langka amorphophallus titanium atau biasa disebut bunga bangkai, tumbuh dan berkembang di kawasan taman hutan raya Insinyur haji Djuanda, Dago Pakar, kabupaten Bandung. Tumbuhnya bunga langka tersebut menambah koleksi flora di kawasan hutan lindung Dago pakar.

Inilah bunga langka dengan nama latin amorphophallus titanium, salah satu jenis bunga bangkai, yang baru tumbuh di taman hutan raya insinyur haji Djuanda, Dago Pakar, kecamatan Cimenyan, kabupaten Bandung. Tumbuh dengan tinggi satu setengah meter, bunga langka ini mengeluarkan bau busuk  hingga dihinggapi banyak lalat.

Tak seperti kebanyakan bunga bangkai lainnya yang tumbuh tiba-tiba, bunga langka ini sengaja didatangkan dari kawasan hutan konservasi provinsi Bengkulu, 2006 lalu, dan ditanam untuk menambah koleksi flora di hutan raya Djuanda.

Butuh waktu lebih dari lima tahun, untuk melihat bunga langka ini tumbuh dan berkembang. Tumbuhnya bunga bangkai ini, merupakan kali kedua sejak didatangkan.

Pada tahun 2006, tahura djuanda mendatangkan empat umbi Amorphophallus Titanium, dan disebarkan di kawasan hutan. Namun, satu dari empat umbi bunga bangkai tersebut tidak bisa tumbuh. Hanya tiga yang tumbuh.

Yang ditanam di dalam taman kelinci sudah dua kali tumbuh, sedangkan dua lainnya masing-masing baru satu kali tumbuh. Para pengunjung pun tak menyia-nyiakan momen langka untuk melihat bungka ini dari jarak dekat.

Sementara itu, menurut staf konservasi Tahura, Ganjar Mulyana, bunga bangkai ini merupakan hasil eksplorasi dari Bengkulu, yang sengaja dibawa guna menambah jenis flora di taman hutan raya Djuanda.

Bunga bangkai yang baru tumbuh satu bulan ini pun terus diawasi. selain kawasan konservasi, taman hutan raya insinyur haji Djuanda ini pun sebagai tempat edukasi, karena terdapat ratusan spesies tanaman.

Rezytia Prasaja, BandungTV.