Kinerja Ekspor Jeblok

112

UNGKAPAN  jeblok menjadi perbincangan menarik saat ini. Jeblok sama artinya dengan anjlok, bangkrut atau menurun. Ini berkaitan dengan kinerja ekspor nasional  tahun 2017 yang kalah telak dengan  sejumlah negara tetangga di ASEAN, sebagaimana disampaikan Presiden Jokowi.

Sebut saja ekspor Indonesia pada 2017, yang mencapai US$ 145 miliar, masih kalah dengan Thailand yang mencapai US$ 231 miliar, Malaysia US$ 184 miliar, dan Vietnam yang mencapai US$ 160 miliar. Inilah yang membuat presiden marah, mengapa Indonesia yang semestinya unggul dilihat dari berbagai potensi ekspor, malah jeblok!

Saya melihat pelemahan kinerja ekspor kita  disebabkan program industrialisasi di beberapa kementerian tidak berjalan. Proses industrialisasi yang menjadi tanggung jawab beberapa kementerian sama sekali tidak berjalan.

Sebenarnya selain industrialisasi dan meningkatkan ekspor barang olahan, pemerintah juga dapat mendorong peningkatan produksi komoditas-komoditas pertanian, perkebunan untuk diekspor. Namun, peningkatan produksi komoditas-komoditas tersebut mesti dilakukan oleh Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, dan Kementerian ESDM.

Daya saing industri nasional saat ini sangat lemah. Kondisi itu diperlemah oleh kurang kondusifnya iklim investasi yang disebabkan oleh carut-marut regulasi di tingkat kementerian maupun di pemerintah daerah. Padahal, Indonesia telah memiliki momentum untuk meningkatkan investasi langsungnya setelah mencapai status investment grade tahun lalu.

Moncernya kinerja ekspor beberapa negara tetangga di ASEAN  karena negara-negara tersebut melakukan perbaikan iklim investasi secara sistematis dan terstruktur, sehingga investor ke sana tidak dibikin susah, tapi dilayani secara paripurna.

Perlu disadari  industrialisasi merupakan penopang utama kinerja ekspor nasional. Sebab itu, pemerintah perlu waspada dengan ancaman deindustrialisasi. Nah!

Asep Sulaeman, Kopo Sayati Bandung