“Startup” Lokal Ditantang Dongkrak Dunia Wirausaha

135

BISNIS BANDUNG- Pemprov Jawa Barat mendorong peningkatan pemanfaatan potensi teknologi informasi oleh semua perguruan tinggi di Jawa Barat. Di antaranya pelaku startup lokal atau perusahaan rintisan yang dinilai mampu meningkatkan geliat dunia wirausaha dan perekonomian di daerah.

Oleh sebab itu, pemerintah mendorong para pelaku startup, khususnya kalangan mahasiswa, memanfaatkan pembangunan infrastruktur dengan gagasan yang dimilikinya.

” Bagi mahasiswa, termasuk para mahasiswa ITB yang memulai startup agar bisa memanfaatkan pembangunan infrastruktur dengan ide dan gagasannya,”  pesan Sekda Jabar, Iwa Karniwa saat membuka  Arkavidia Informatics and IT Festival 2018 di Aula Timur Kampus ITB Jalan Ganeca Kota Bandung, pekan ini.

Iwa menyebut  di zaman moderen ini, sama seperti teknologi informasi, konektivitas berupa transportasi sangat dibutuhkan masyarakat. Tidak hanya cakupan antarkota atau kabupaten, tapi antarkawasan seperti Bandung Raya, Cirebon Raya atau Priangan Timur.

Karena itu,  untuk meningkatkan konektivitas antardaerah, Pemprov Jabar Barat  membangun sejumlah infrastruktur seperti jalan tol dan jalur kereta.

Saat ini tengah dibangun Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi, Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan, dan pembangunan Tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya-Banjar sudah melewati tahap feasibility study.

Selain itu, pembangunan jalur kereta api cepat pun, tengah dibangun dan akan disambung dengan pembangunan light rail transit (LRT) Bandung Raya yang akan menghubungkan Padalarang dan Cimahi dengan Tanjungsari, Gedebage dengan Majalaya dan Soreang, dan jalur lainnya.

Pemprov Jabar juga  membangun Bandara Kertajati yang lebih luas dibandingkan Bandara Soekarno Hatta serta  membangun Pelabuhan Patimban. “Infrastruktur itu bagian dari konsen kita, selain pelayanan masyarakat dan peningkatan sumber daya manusia,” katanya.

Sementara itu Ketua Pelaksana Arkavidia, Praditia Raudi, mengatakan Arkavidia ini adalah kali keempat digelar di ITB dan tahun ini diikuti 30 startup dari Jawa Barat dan peserta lomba sebanyak 500 tim atau jumlah peserta melebihi 1.000 orang.

Para peserta merupakan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia. Juga ada seminar dengan pembicara dari dalam dan luar negeri. Acara Arkavidia diharapkan  dapat mengetahui isu dan perkembangan teknologi informasi di Indonesia dan dunia sehingga kesadaran masyarakat terhadap manfaat teknologi informasi semakin besar.

Kunci startup

Maraknya perusahaan rintisan (startup) lokal diharapkan membantu pertumbuhan dunia usaha. Untuk itu, inovasi menjadi kunci agar startup di dalam negeri tidak ketinggalan oleh pelaku usaha asing.

Tumbuhnya startup di Tanah Air tidak lepas dari potensi pasar yang besar di dalam negeri. Populasi lebih dari 250 juta jiwa serta penetrasi internet mencapai 51 persen atau sekitar 132 juta jelas merupakan pasar yang menggiurkan.

Apalagi, dengan dukungan infrastruktur telekomunikasi yang semakin baik, ke depan pengguna internet diperkirakan bakal bertambah signifikan. Kondisi ini harus bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha agar jangan sampai layanan aplikasi over the top (OTT) asing mendominasi.

“Layanan OTT asing tak terbendung lagi di Tanah Air. Seharusnya ini menjadi tantangan bagi para startup nasional untuk lebih memacu diri berinovasi lebih baik lagi,” ujar Menteri Riset, Teknologi, dan Pen didikan Tinggi Mohamad Nasir di sela-sela National Startup Summit 2018 di Tangerang,  barfau-baru ini.

Nasir mengakui, kedatangan pemain asing ke pasar Indonesia sulit dicegah. Dan  tindakan membatasi di era teknologi informasi yang sangat terbuka seperti sekarang sangat sulit.

Melihat kondisi tersebut, hal yang perlu dilakukan bukan membatasi, tetapi bagaimana caranya agar pemain lokal, terutama kalangan muda, bisa ada di dalam ekosistem tersebut sehingga bisa berkreasi dan berinovasi.

Dia  mengatakan, negara pemenang dalam inovasi bukan negara besar dalam hal jumlah penduduk, tetapi negara yang terus melakukan inovasi. Artinya, semakin banyak inovasi yang dilahirkan, semakin besar peluangnya menjadi pemenang.

 “Jadi, kita tidak perlu takut dengan asing, tapi pacu diri untuk terus berinovasi,” ajaknya.(B-002)***