Warga Kecewa Tarif Tol Tak Sesuai Fasilitas

110

Tarif tol Padalarang-Cileunyi, naik mulai Kamis ini. Kenaikan tarif tol tersebut berdasarkan undang-undang nomor tiga delapan tahun 2004 tentang jalan. Kenaikan tarif tol dilakukan dua tahun sekali, dengan memperihitungkan nilai inflasi di daerah tersebut. Namun, masih ada masyarakat yang kecewa, karena menilainya tidak sesuai dengan fasilitas yang ada.

Mulai Kamis ini, tarif tol Padalarang-Cileunyi atau Padaleunyi naik, berdasarkan keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, menurut undang-undang nomor 38 tahun 2004 tentang jalan, yaitu kenaikan tarif tol dilakukan 2 tahun sekali, dengan memperihitungkan nilai inflasi di daerah tersebut.

Kenaikan tersebut  sebesar rata-rata 5 ratus rupiah untuk kendaraan yang masuk kategori golongan satu. semula, tarif tol Padalarang Cileunyi sebesar 9 ribu rupiah, namun kini menjadi 9 ribu 5 ratus rupiah. Sedangkan untuk golongan dua, tiga, empat, dan lima, rata-rata kenaikan antara 5 ratus hingga seribu 5 ratus rupiah.

Menurut General Maneger PT Jasa Marga Purbaleunyi, kenaikan tersebut berdasarkan Undang-Undang nomor 38 tahun 2014, diperkuat peraturan pemerintah nomor 38 tahun 2015 tentang jalan tol, yaitu penyesuaian tarif tol dapat dilakukan dengan memperhitungkan inflasi yang berlaku.

Sementara itu, masyarakat pengguna jalan merasa kecewa dengan kenaikan tarif tol, karena tidak sesuai dengan infrastruktur yang ada.Warga juga merasa kecewa, karena tidak ada sosialisasi sebelum tarif tol dinaikkan.

Algi Muhammad Gifari, Bandung TV.