Sebelumnya Beredar di Wilayah Asia Kecap Diproduksi tahun 1940 di Majalengka

222

Siapa tidak kenal dengan kecap, penganan dengan tekstur kental ini selalu  menjadi diantara penyedap makanan di Indonesia. Apa jadinya sate atau nasi goreng tanpa  kecap. Kecap sudah jadi bagian tak terpisahkan dari khazanah kuliner nusantara.

Konon kecap berasal dari negeri Tiongkok. Keberadaannya di nusantara  dibawa oleh para penjelajah dari Tiongkok yang datang ratusan tahun lalu ke nusantara untuk berdagang.

Sejarah kecap memang panjang. Menurut buku History of Soy Sauce yang ditulis oleh William Shurtleff dan Akiko Aoyagi, sejarah kecap bisa ditarik sejak abad ke 3 di jazirah Tiongkok. Kemudian kecap tersebar ke seluruh dataran Asia. Jepang lantas menjadi salah satu negara produsen kecap terbesar.

Menurut Shurtleff dan Aoyagi, dokumentasi tertua soal kecap tercatat pada 1633 dalam Bahasa Belanda. Sebab saat itu Jepang mengusir semua partner dagang asing, dan hanya berdagang dengan Belanda.Kecap mulai masuk nusantara pada 1737. Saat itu serikat dagang Hindia Belanda membawa kecap ke Batavia (Jakarta), kemudian dikemas dan dikirim ke Amsterdam.

Namun, diperkirakan kecap sudah masuk nusantara jauh sebelumnya, dibawa oleh imigran dari Tiongkok.Dalam buku Shurtleff dan Aoyagi, disebutkan kalau kata kecap ala nusantara muncul di dunia Barat pada 1680, ditulis oleh seorang pengacara  bernama William Petyt.

Kita sekarang punya sawce (saus) yang disebut catch-up dari Hindia Timur, dijual di Guinea dalam bentuk botolan”. Catch up yang kemudian dikenal sebagai ketjap, lalu jadi kecap, diperkirakan serapan dari kata Hokkian ke chiap/ kicap/ kitjap.

Menariknya, banyak orang kemudian mulai memodifikasi kecap sesuai selera nusantara. Lahirlah apa yang disebut sebagai kecap manis. Kecap ini hanya bisa ditemukan di Indonesia. Di banyak definisi, kecap manis yang di dunia internasional dikenal dengan sebutan sweet soy sauce, diartikan sebagai “Indonesian sweetened aromatic soy sauce.”

Awalnya warga dari Tiongkok menjual kecap asin. Namun ternyata tidak laku karena orang Indonesia lebih suka rasa manis. Karena itu ditambahkan gula merah, Shurtleff dan Aoyagi menganggap kecap manis unik karena tiga faktor yang tak bisa ditemukan di kecap lain.

Pertama, kecap manis mengandung gula merah, atau gula aren. Kedua, kecap manis dididihkan dalam waktu yang lama (4 sampai 5 jam) yang kemudian dicampur lagi dengan gula untuk membuatnya kental.