Kecelakaan Bus Pariwisata

164

KECELAKAAN  maut bus pariwisata merengut nyawa 27 orang  kembali terjadi di jalur tengkorak Jalan Raya Subang-Bandung via Ciater, tepatnya di Kampung Cicenang,  Ciater Subang,  pekan lalu.  Lokasi  kecelakaan itu sangat   kesohor  dibilang Tanjakan Emen.

Bus pariwisata  F 7959 AA  yang naas itu datang dari arah Bandung menuju Subang sekira pukul 17.00. Setibanya di lokasi kejadian, bus kehilangan kendali lalu menabrak sepeda motor di depannya yang juga meninggal.  Bus kemudian oleng ke kiri dan menabrak tebing hingga terguling.

Itulah  peristiwa  yang mengagetkan dan menyedihkan di Tanjakan  Emen yang sejak lama dikenal sangat rawan kecelakaan, namun belum juga ada perbaikan.  Banyak pendapat yang  menyebut bahwa  geometris jalan Tanjakan Emen, Subang,  harus dibetulkan terutama di titik akhir turunan lantaran kerap  terjadi kecelakaan.

Boleh jadi kecelakaan bukan hanya kelalaian pengemudi, tapi didukung oleh geografis dan geometris jalan juga yang  belum dibenahi. Banyak yang mengamati geometris jalan turunan Emen  membahayakan pengendara.

Geometris turunan menikung yang seharusnya miring ke kanan, malah bertolak belakang atau miring ke arah berlawanan.   Hal  tersebut  membuat para pengemudi harus lebih hati-hati mengontrol laju kendaraannya.

Ketika menikung ke kanan seharusnya jalan memiring ke kanan tapi dari atas ketika ke kanan masih ada beberapa meter sedikit ke kiri atau datar ini turut mempengaruhi.

Semestinya para pengemudi yang belum mengetahui karakter jalan terutama di Tanjakan Emen berhati-hati dengan  mengecek terlebih dahulu kondisi kelaikan kendaraan.

Ya, mobil atau motor  yang melewati jalur ini harus benar-benar safety kendaraannya.  Semoga saja dengan kecelakan maut  ini, pihak  berkompeten  segera merekomendasikan adanya pelebaran serta perbaikan jalur di tanjakan Emen.  Jangan menunggu  korban berjatuhan.

Entah berapa korban kecelakaan di Tanjakan Emen di tagunh lalu?  Namun kita kerap mendengar bahwa rentetan peristiwa kerap terjadi saban tahunnya dengan  korban jiwa yang relatif  banyak.

Kepada  Redaksi Bisnis Bandung,  dihaturkan terima kasih atas dimuatnya unek-unek saya di  kolom Aspirasi.