Warga Cirendeu Peringati Tragedi TPA Leuwigajah

97

Warga adat Cirendeu, kota Cimahi, menggelar upacara tabur bunga, di bekas lokasi tempat pembuangan akhir sampah Leuwi gajah, kecamatan Cimahi Selatan, kota Cimahi, Selasa kemarin. Upacara digelar untuk mengenang tragedi longsor, yang menimbun ratusan rumah dan menelan ratusan korban jiwa di TPA  Leuwi gajah, pada dua puluh satu februari dura ribu lima, saat tpa tersebut aktif.

Dengan berpakaian serba hitam, warga adat Cireundeu menggelar upacara tabur bunga di bekas lokasi tempat pembuangan akhir sampah Leuwigajah, kecamatan Cimahi Selatan, kota Cimahi, Selasa kemarin.

Dengan membawa karangan bunga dan air yang ditempatkan pada sebatang bambu, puluhan perwakilan warga adat cirendeu, duduk bersimpuh di lokasi bekas longsor TPA Leuwigajah.

Diiringi getaran alat musik karinding, mereka memanjatkan doa dengan khusyu bagi para korban tragedi 21 Februari 2005, atau saat longsornya TPA Leuwi Gajah. tragedi tersebut menimbun ratusan rumah dan korban jiwa.

Setelah memanjatkan doa, mereka pun menaburkan bunga dan menyiramkan air di lokasi bekas longsor, sebagai simbol fungsi tpa Leuwigajah yang menjadi mata air warga, bisa kembali ke sediakala.

Salah satu ketua dari warga adat Cireundeu, Abah Asep mengatakan, tragedi longsor di TPA Leuwigajah menjadi cikal bakal diperingatinya hari sampah nasional, yang jatuh setiap 21 februari.

Tahun ini merupakan peringatan yang ketiga belas.Warga berharap, pemerintah tidak memfungsikan kembali bekas lokasi TPA Leuwigajah sebagai tempat pembuangan akhir sampah.

Tapi, lokasi tersebut bisa dialihfungsikan sebagai kawasan edukasi atau ekowisata, yaitu sebuah kawasan dengan kegiatan pariwisata berwawasan lingkungan, yang mengutamakan aspek konservasi alam, pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal, serta pembelajaran dan pendidikan.

Algi Muhammad Gifari, Bandung TV.