Bukan Lagi Tanjakan Emen Diajukan Anggaran Rp 108 Miliar Bangun Lingkar Ciater

102

BISNIS BANDUNG- Pemprov dan DPRD  Jawa Barat rupanya serius membenahi Tanjakan Emen, Subang yang kerap menimbulkan kecelakaan  lalu lintas, khususnya bus dengan banyak menelan korban manusia untuk  dibenahi. Nantinya akan dibuat jalur alternatif  sepanjang 7 kilometer  dengan anggaran   Rp108 miliar yang diharapkan  dapat dipenuhi dalam APBD murni 2019.

Bahkan, saking semangatnya untuk mengubah  citra Tanjakan Emen  yang sering menelan korban. Namanya tengah  disosialisasikan diubah  menjadi Tanjakan Aman. “Semoga dengan perubahan nama benar-benar menjadi  tanjakan yang aman,” tutur beberapa warga setempat.

Pekan lalu (15/2) Komisi IV DPRD Provinsi Jabar melakukan penijauan langsung ke lokasi kecelakaan di Tanjakan Emen, dipimpin langsung Ketua Komisi IV Ali Hasan. Tampak pula wakilnya Daddy Rohanady dan sekretaris Nia Purnakania.

Kunjungan Komisi IV  bersamaan waktunya dengan inspeksi  Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiadi. Pada acara tersebut dilakukan doa bersama dengan pembacaan tahlil dan surah Yasin bersama. Hadir pula masyarakat Kampung Aster, kepala desa, camat, dan korlantas polsek setempat.

Wakil Ketua Komisi IV Daddy Rohanady menyatakan,  tanjakan itu sangat rawan kecelakaan Terlebih pada awal tahun ini merupakan kecelakaan dengan jumlah korban terbanyak sepanjang riwayat kecelakaan di tanjakan tersebut.

“Selain tikungan yang cukup tajam, ruas jalan tersebut juga kemiringannya cukup curam. Tanjakan itu harus dilengkapi dengan beberapa sarana pengamanan, misalnya rambu-rambu peringatan atau pun rambu save-front.

Selain itu, di ruas jalan ini akan dibangun pula areal escape (tempat penyelamatan darurat). Bahkan, sedang disusun perencanaan untuk jalur alternatif,” ujar Daddy.

“Mulai saat ini kami sepakat dengan Pak Dirjen Hubdar, nama Tanjakan Emen kita ganti menjadi Tanjakan Aman,” ucapnya.

Emen adalah nama panggilan seorang purnawirawan TNI yang kemudian menjadi sopir truk. Nama aslinya Taslim. Pada tahun 1965 ia mengalami kecelakaan di tanjakan tersebut hingga meninggal dunia.

Konon, keluarga Taslim keberatan nama Emen (Taslim) selalu dikaitkan dengan kecelakaan yang terjadi. Mereka menilai  seolah olah Emen memberi andil pada kecelakaan tersebut.

Percepatan

Rapat kerja Komisi IV DPRD  Jabar dengan  Dinas Perhubungan dan Dinas Bina Marga- Penataan Ruang (BMPR) Jabar  segera dilaksanakan pekan ini (19/2)  sebaghai tindak lanjut  dari peninjauan Komisi IV beberapa waktu lalu.  Rapat ini bertujuan untuk mengambil langkah-langkah progresif dalam penanganan  Tanjakan Emen.

Menurut Ketua Komisi IV DPRD Jabar, H. Ali Hasan,  rapat kerja dengan Dishub dan Dinas BMPR Jabar, sebagai tindak lanjut dari hasil peninjauan Komisi IV di lokasi kecelakaan yang telah merenggut 27 jiwa beberapa waktu lalu.

Dishub dan Dinas BMPR dalam kesempatan itu menentukan langkah-langkah jangka pendek dan jangka panjang, seperti  membuat marka jalan, menambah rambu-rambu lalin, warning line. Selain itu, akan dibangun Escap  dan  pelebaran bahu jalan.

“Prinsipnya, Komisi IV siap mendorong percepatan penangan tanjakan Eman  jadi tanjakan Aman, bahkan  juga menyetujui perubahan nomenklatur anggaran, bila memang diperlukan adanya pergeseran anggaran,” jelas Ali Hasan.

Sekretaris Dishub Jabar , Andreas mengatakan, pihaknya telah memasang rambu-rambu lalin, membuat marka jalan, membuat Warning Line (Marka Kejut) dan pembatasan kecepatan 40 KM per jam, dan pemasangan PJU termasuk SCCTV di tanajaman Emen.

Sementara itu, Kepala Dinas BMPR Jabar , M. Guntoro, mengatakan, pihaknya telah merencanakan membuat jalur alternatif  berupa lingkar Ciater yang panjangnya sekitar 7 km serta telah melakukan survey dan membuat DED (Detail Engineering Design).

Setelah DED beres,  dilanjutkan dengan perhitungan anggarannya yang didanai oleh APBD Jabar. Diharapkan  kebutuhan anggaran Lingkar Ciater sebesar Rp108 Miliar dapat dipenuhi dalam APBD Murni 2019.

Kondisi lingkar Ciater, tak ubahnya seperti lingkar Nagreg, di mana kendaraan dari Bandung menuju Subang melintas lingkar Ciater dan dari Subang ke Bandung lewat tanjakan Aman.

Sedangkan untuk jangka pendek, Dinas BMPR Jabar akan membangun sebanyak 3 unit Escap.  Dicicil mulai  tahun 2018    dibangun  satu  Escap  dengan panjang 1,30 meter dan lebar 5 meter dengan biaya  Rp3 miliar.(B-002)***