Dampak Tol Air, Banjir di Pemukiman Kian Parah

96

RT02/RW07 kelurahan Cibadak, Astana Anyar, merupakan kawasan paling terkena dampak banjir Pagarsih Kamis malam. Ratusan rumah terendam, dua diantaranya rusak berat. Jumat pagi, warga dibantu petugas pemadam kebakaran, bergotong royong membersihkan  lumpur dan menyelamatkan barang berharga bekas banjir kamis malam. Warga mengaku, banjir kali ini merupakan yang terbesar setelah ada tol air di Pagarsih.

Warga R-T dua R-W tujuh, kelurahan Cibadak, kecamatan Astana Anyar, dibantu petugas pemadam kebakaran, bergotong royong membersihkan lumpur, dan mengeluarkan barang berharga bekas banjir, yang terjadi Kamis malam.

Kawasan ini merupakan yang terparah terdampak banjir Pagarsih, yang menyebabkan sungai Citepus meluap dan merendam setidaknya dua ratus rumah. Satu masjid di bantaran sungai pun roboh dan rusak berat.

Meski tidak ada korban jiwa, hampir sebagian besar harta benda mereka tidak terselamatkan, karena terendam air. Datangnya air yang mendadak, membuat warga tidak sempat mengeluarkan barang mereka.

Menurut warga, banjir ini merupakan yang terparah dibandingkan sebelumnya. Diduga, banjir besar ini terjadi karena tol air di Pagarsih, sehingga air langsung mengarah ke sungai citepus, yang meluap ke pemukiman warga.

Warga berharap, pemerintah segera turun tangan menangani masalah banjir ini, dan mengevaluasi fungsi tol air yang dibangun Pemkot Bandung. Hal tersebut agar banjir bandang seperti ini tidak terulang lagi.

Yuwana Kurniawan, Bandung TV.