Mobil Perdesaan Tiga Produsen Siap Memproduksinya

190

Prototipe mobil perdesaan sudah rampung. Departemen Perindustrian,  menunggu produsen yang berminat memproduksinya secara massal.

“Mobil perdesaan kita sudah siap, prototipe sudah selesai tinggal manufakturingnya saja,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangannya, Kamis (13/2).

Pengembangan kendaraan perdesaan  didasarkan pada program pemerintah yang tertuang di butir Nawacita. Salah satunya adalah membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa.

Menurut Airlangga, langkah yang sudah dilakukan Kemenperin dalam percepatan pengembangan kendaraan perdesaan dengan pembuatan prototipe, pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan rantai pasok serta penyiapan infrastruktur dan model bisnis.

“After salesnya dan jaringan distribusinya juga tengah dipertimbangkan, termasuk uji pasarnya,” ujarnya. Saat ini, menurut Airlangga, sudah ada tiga produsen yang siap memproduksi kendaraan tersebut.

Namun, pihaknya masih akan melihat hasil produk dari ketiga produsen tersebut. “Sudah ada perusahaan. Tapi nanti kita lihat dulu kemampuannya, yang pasti sudah ada dua  hingga tiga produsen,” papar dia.

Airlangga menargetkan mobil perdesaan bisa mulai diproduksi massal pada kuartal IV 2018. Sementara untuk harga jual, diserahkan pada masing-masing produsen. “Kalau sekarang prototipe dicoba. Mungkin kuartal terakhir ini sudah bisa diproduksi,” ujar Airlangga.

Mobil perdesaan ada beberapa tipe. Yang sudah diproduksi adalah tipe mobil angkutan untuk membawa alat-alat perkebunan.

“Yang sudah diproduksi oleh dua perusahaan,  CV Karya Hidup Sentosa di Yogjakarta dan Astra Otoparts,” tutur Airlangga. (E-002/BBS)***