PANWASLU Gaet Guru Dan Dosen Awasi PILKADA

59

Panitia pengawas pemilu atau PANWASLU kota Cimahi, mengajak seluruh komponen masyarakat bersama-sama mengawasi proses pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat, juni mendatang. Salah satunya dengan merangkul komponen di bidang pendidikan, hal itu dilakukan guna mencegah pelanggaran penggunaan fasilitas pendidikan untuk berkampanye.

Untuk mencegah pelanggaran penggunaan fasilitas pendidikan saat berkampanye, di pilkada jabar yang tengah berlangsung, PANWASLU kota Cimahi mengundang puluhan tenaga pengajar yang terdiri dari guru dan dosen sekota Cimahi, untuk mengikuti sosialisasi pojok pengawasan partisipatif.

Dalam sosialisasi tersebut, edukasi serta peraturan pemilu dijabarkan, agar seluruh guru dan dosen paham tata cara pengawasan, serta berbagai jenis pelanggaran dalam pemilu khsusunya PILGUB,  jika terjadi di lingkungan pendidikan atau di tempat ibadah.

Koordinator divisi hukum dan penindakan pelanggaran bawaslu provinsi Jawa Barat, Yusup Kurnia menyatakan, jika tim sukses ataupun simpatisan dalam berkampanye di lingkungan pendidikan maupun tempat ibadah, guru dan dosen harus ikut andil dalam pengawasan.

Hal senada disampaikan ketua PANWASLU kota Cimahi, yus sutaryadi, menurutnya, selain hak pilih, masyarakat juga memiliki hak mengawasi, PANWASLU pun memberi ruang kepada para tenaga pengajar, untuk ikut mengawasi pemilu.

Diharapkan, para pengajar dapat membantu mengawasi proses pemilu, khususnya saat masa kampanye, sebagai pihak yang bertanggung jawab di bidang pendidikan.

Selain itu, dalam pengawasan pemilu di Cimahi, PANWASLU memiliki ruang pojok pengawasan partisipatif, ruang itu bisa dijadikan sebagai sarana informasi dan pendidikan politik bagi masyarakat.

Algi Muhammad Gifari, Bandung TV.