Nenek Cicih Berharap 4 Anaknya Cabut Gugatan

91

Nenek Cicih kembali hadir di pengadilan Negeri Bandung, Selasa siang, untuk menjalani sidang mediasi kedua, terkait gugatan empat anaknya, yang menuding dirinya menjual warisan peninggalan ayah mereka secara diam-diam.

Meski berharap berdamai, nenek Cicih siap menjalani sidang mediasi kedua. Namun, tidak ada titik temu, sehingga mediasi akan dilanjutkan secara internal keluarga.

Dengan didampingi seorang anaknya yang juga tergugat dalam kasus sama serta sejumlah kerabatnya, nenek Cicih kembali mendatangi gedung Pengadilan Negeri Bandung, Selasa siang.

Nenek cicih menjalani sidang mediasi kedua, terkait gugatan empat anaknya, yang menuding dirinya telah menjual warisan peninggalan ayah mereka secara diam-diam.

Kepada sejumlah wartawan, nenek Cicih mengatakan, masih berharap berdamai dengan empat anaknya yang menggugat. Meski gugatan akan dilanjutkan, ia siap menjalani persidangan tersebut.

Sementara itu, satu dari empat anak nenek cicih yang merupakan penggugat, Aji Rusbandi, membantah mereka menggugat ibunya karena ingin menguasai hasil penjualan tanah tersebut.

Mereka menggugat karena merasa tidak dilibatkan dalam jual beli tersebut. Selain itu, mereka menilai, harga tanah tidak sesuai. Aji bersama ketiga saudaranya juga mengaku, ingin melindungi ibunya dalam jual beli tanah tersebut.

Sementara itu, hasil mediasi kedua tersebut tidak menemukan titik temu. Proses mediasi akan dilanjutkan secara kekeluargaan, untuk menentukan kelanjutan gugatan tersebut.

Nenek Cicih yang beruisa 78 tahun, terpaksa mengikuti sidang mediasi di Pengadilan Negeri Bandung, setelah digugat empat anaknya, yang menuduhnya telah menjual harta warisan peninggalan suaminya yang telah lama meninggal. Meski telah digugat, nenek cicih memaafkan keempat anaknya tersebut.

Yuwana Kurniawan, Bandung TV.