Polda Jabar Bekuk Penyebar Hoax Penganiayaan Ulama

97

Direktorat Reserse kriminal khusus Polda Jawa Barat, menangkap seorang pelaku penyebar berita bohong atau hoax, dan ujaran kebencian terkat penganiayaan ulama. Pelaku dibekuk polisi, karena dirinya mengkait-kaitkan peristiwa penganiyaan yang menimpa ulama, dengan kebangkitan PKI, sehingga membuat resah masyarakat.

Membuat resah masyarakat dengan berita bohong atau hoax, dan ujaran kebencian terkait penganiayaan ulama di sejumlah daerah di Jawa Barat, seorang pria berinisial a-s diamankan direktorat reserse kriminal khusus Polda Jabar.

A-S diduga telah menyebarkan berita bohong yang mengaitkan peristiwa penganiyaan terhadap ulama, dengan kebangkitan pki. perbuata A-S membuat resah masyarakat dan mengakibatkan situasi keamanan di Jawa Barat menjad terganggu.

Untuk menyebarkan berita hoax tersebut, tersangka menggunakan media sosial facebook. Selain menyebarkan berita bohong, dalam unggahannya, pelaku juga menuduh salah satu agama adalah teroris.

Direktur Reskrimsus Polda Jabar, Kombes Pol Samudi mengatakan, ada 16 berita terkait penganiayaan ulama yang beredar di mesia sosial. Tapi, hanya dua kasus yang benar-benar terjadi, yakni yang menimpa pimpinan ponpes Al-hidayah Cicalengka Kyai Haji Umar Basri, dan komandan Brigade PP Persis di Bandung Kulon.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka terpaksa mendekam di sel tahanan Mapolda Jabar, dan terjerat pasal tentang informasi dan transaksi elektronik, dengan ancaman hukuman di atas enam tahun penjara.

Yuwana Kurniawan, Bandung TV.