Proyek BIJB Kertajati Nihil Kecelakaan Kerja

89

BISNIS BANDUNG-  Pelaksanaan proyek pembangunan Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka,  mendapat apresiasi dari parlemen karena nihil kecelakaan kerja.
“Kami melihat pekerjaan sudah sesuai standar operasional prosedur. Jadi siapa berbuat apa, semuanya mengutamakan alat keselamatan. Sampai detik ini enggak ada kecelakaan,” kata Anggota Komisi V DPR RI Agung Budi Santoso dalam siaran pers Humas PT BIJB, Kamis.

Atas capaian tersebut, pihaknya mengapresiasi PT BIJB. “Kita apresiasi PT BIJB yang sudah membangun bandara ini. Jadi wajib dipertahankan sehingga tidak ada kecelakaan sekecil apapun,” ujarnya.

Ia menjelaskan kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke lokasi pembangunan Bandara Kertajati merupakan bagian awal dari pengawasan pihaknya yang membidangi masalah perhubungan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, pembangunan pedesaan dan kawasan tertinggal, meteorologi, klimatologi dan geofisika.

“Kita harapkan dengan fungsi kita ini, bandara bisa menjadi lebih baik karena tentunya. Kita ingin BIJB bisa menjadi bandara terbaik untuk saat ini. makannya kita lihat infrastruktur, kalau bandara memang sudah dibangun, sarana lainnya harus kita perhatikan,” kata dia.

Dia juga menekankan bahwa Bandara Kertajati meski sudah bertaraf internasional tapi tidak mengesampingkan nilai-nilai kearifan lokal.

Bandara Kertajati yang memang diproyeksikan untuk memecah kepadatan Bandara Soekarno-Hatta dan Husein Sastranegara harus memiliki identitas Jawa Barat.

“Kami selalu berpesan karena ini menjadi gerbang ini harus ada kesan orang yang turun ke sini benar benar masuk kewilayah Jabar,” ujarnya.

Sebagai proyek strategis nasional, Agung juga memuji pengerjaan sisi darat di mana PT BIJB menjadi pelaksana pembangunan nihil kecelakaan kerja atau no accident.

Proyek yang sudah berjalan dua tahun dimana beberapa paket pengerjaan dilakukan Adhi Karya, PT Wika dan PT Pembangunan Perumahan (PP) bisa berjalan sesuai target tanpa mengesampingkan standar keamanan.

Sementara itu, Direktur Utama PT BIJB Virda Dimas Eka Putra mengatakan, keselamatan kerja yang dikerjakan beberapa kontraktor sejauh ini sudah menjalankan standar keamanannya.

Sehingga, kata Virda, sejak awal pekerjaan proyek prestis ini mendapatkan penghargaan atas capaian dimana konstruksi paket pekerjaan tahap dua yang meliputi area terminal utama penumpang nihil kecelakaan kerja.

“Kita mendapatkan penghargaan 2000.000 jam kerja selamat dari Wika,” katanya.

Virda berharap, capaian yang sudah diraih selama pengerjaan bandara berlangsung bisa dipertahankan sampai akhir pembangunan.

Rencananya bandara yang saat ini pengerjaannya sudah mencapai 88 persen ini bisa digunakan pada Mei dan Juli 2018 bisa melayani penerbangan haji.

“Harapannya kita bisa mempertahankan ini dan proyek ini bisa selesai sesuai target dan tetap mengutamakan keselamatan kerja dari PT Wika,” ucapnya.(B-002)***