Bukit Pamoyanan Subang Tempat Sang Raja Hutan Menunggu Mangsa

93

Tempat wisata alam dengan pemandangan cantik mempesona merupakan anugerah tiada terkira bagi negeri ini. Banyak  spot wisata alam yang menawarkan keindahan alam sebagai daya tarik utama.Selain beberapa daerah yang kadung populer sebagai destinasi dengan pemandangan alamnya , seperti Bromo,Dieng dan Bali.

Di Jawa Barat  cukup banyak tempat dengan keindahan alam mempesona. Di kabupaten Subang di antaranya,masyarakat setempat beberapa waktu lalu membuka sebuah kawasan yang  dijulukinya sebagai negeri di atas awan.

Bukit Pamoyanan begitulah masyarakat setempat menyebutnya. Menurut warga  penamaan bukit Pamoyanan berasal dari kata Moyan ( bahasa Sunda-red) artinya berjemur. Pada masa lalu yang berjemur di bukit adalah Harimau . Sang raja hutan berjemur sambil menunggu mangsa yang sedang makan rerumputan di kawasan bukit.

Seiring pergantian waktu, kawasan ini menjadi tempat main warga sekitar, dan lambat laun keindahan alam kawasan ini mengundang para pelancong mendatangnya ,terutama para penikmat alam bebas.

Mereka kerap  berkemah menikmati matahari terbit sambil melihat gugusan awan menyapu kawasan pemukiman penduduk. Dengan kemajuan teknologi saat ini topografi cantik bukit Pamoyanan banyak di unggah ke media sosial,sejak saat itulah Bukit Pamoyanan menjadi populer.

Pihak pengelola dalam hal ini Karang Taruna  membuat beberapa spot menarik, antara lain gardu pandang serta jembatan bambu sebagai spot untuk berswafoto. Negeri atas awan di Subang lokasinya berada di wilayah Desa Kawungluwuk, Kecamatan Tanjung Siang. 

Untuk mencapai spot wisata ini , bisa melewati tugu nanas (jalan cagak) menuju arah timur. Jika sudah sampai di SPBU Tanjungsiang, lurus sedikit dan sebelum pasar Tanjungsiang arahkan perjalanan menuju Desa Kawungwuluk. Gerbang Desa Kawungwuluk ini berada di kanan jalan.

Tiket masuk bukit Pamoyanan cukup terjangkau. Para pengunjung hanya  dikenakan tiket masuk sebesar Rp 5.000, parkir Rp 5.000. Sedangkan yang datang pada malam hari, harus membayar penitipan motor sebesar Rp 10.000.

Sementara itu jika ingin menyewa tenda dengan kapasitas 4 orang, harga sewanya Rp 70.000. Di kawasan bukit Pamoyanan  banyak warung warung makanan dan minuman, jadi tidak khawatir soal untuk isi perut.

Ada beberapa tips ketika mengunjungi tempat ini,bila ingin melihat lautan awan,hanya akan terlihat pada waktu subuh hingga sekira pukul 07.30 WIB (tergantung cuaca).

Sehingga pengunjung harus camping terlebih dahulu untuk menikmati keindahan alam ini.Kemudian sebaiknya camping di bukit Pamoyanan ketika musim kemarau, untuk menghindari bahaya petir , jika camping pada musim hujan. (E-001) ***