Vihara Sian Djin Kupoh di Karawang Cagar Budaya yang Dibangun Imigran Cina

124

Sejarah pembangunan Vihara ini tidak banyak diketahui. Sebuah  sumber menyebut ,bahwa pada sekitar tahun 1700-an pedagang dari marga Elan, Kho dan Ciau datang ke Karawang dan kemudian membangun  Vihara. Pembangunan Vihara erat kaitannya dengan permukiman imigran Cina  di Karawang,mengingat posisi kota ini waktu itu menjadi salah satu kota pelabuhan penting yang banyak didatangi pedagang asing di antaranya dari Cina. Karena semakin banyak pemukim dari Cina yang  memerlukan tempat ibadah .

Dan berdirilah Vihara Sian Djin Kupoh yang terletak di Kampung Benteng, Kelurahan Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat yang berada pada dataran rendah tidak jauh dari Sungai Citarum  di sebelah barat komplek Vihara.

Sedangkan di sebelah barat daya komplek Vihara merupakan pertemuan Sungai Citarum dan Cibeet. Untuk mencapai lokasi ini sangat mudah karena berada di jalur utama Karawang – Jakarta. Dari jalan raya sejauh kurang lebih 100 meter.

Komplek Vihara menghadap ke arah timur berada pada lahan seluas sekitar 5000 m2. Di depan komplek Vihara terdapat halaman parkir yang cukup luas. Gerbang masuk ke komplek Vihara berwarna sangat khas, yakni merah dengan atap berbentuk pelana terdiri dua susun. Pada bagian atas terdapat papan nama dengan tulisan berhuruf Cina,di kanan dan kiri gerbang masuk terdapat arca kilin.

Setelah memasuki gerbang terdapat halaman yang di tengahnya terdapat altar Thian Seng yaitu altar untuk persembahyangan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pada sudut barat laut dan barat daya halaman ini, terdapat tempat pembakaran kertas. Selanjutnya dari halaman luar memasuki ruangan terbuka.

Beberapa tiang penyangga atap ruangan ini berhias naga yang melilitnya. Pada bagian paling depan terdapat altar Mun Sen (Dewa Penjaga Pintu). Di sebelah barat (dalam) altar Munsen terdapat altar tiga penguasa alam (Sam Kwan Tay Teu).

Ruangan selanjutnya merupakan tempat persembahyangan kepada Sian Djin Kupoh. Di situ terdapat altar Dewa Bumi (Thuthi Pa Kung) berupa perahu berelief Hok Luk Shu yang bermakna keberuntungan, kekayaan, dan panjang umur.

Pada altar Sian Djin Kupoh tidak terdapat arca, yang ada hanya tempat pembakaran hio. Di sudut timur laut tergantung genta perunggu dari tahun 1437 dan semacam lempengan perunggu yang dibuat tahun 1892. Pada langit-langit tergantung beberapa benda, seperti lampu dan lampion.

Di belakang ruangan Sian Djin Kupoh terdapat ruangan lagi yang fungsinya untuk tempat berkumpulnya para biksu dan teecu. Di sebelah utara bangunan ini terdapat bangunan tempat persembahyangan kepada Sang Buddha.

Di sebelah barat bangunan utama terdapat bangunan  altar Dewi Kwan Im (Awalokiteswara). Di sebelah belakang agak ke utara terdapat altar Liung Shen Pakung (Dewa Naga). Pada altar tersebut terdapat sepasang naga.

Vihara , semula menghadap ke arah sungai (barat). Tapi pada tahun  1800-an terjadi kebakaran. Vihara dibangun lagi dengan mengikuti kaidah hong shui , yakni diubah arah hadapnya ke timur (arah kehidupan).

Pemugaran setelah terjadi kebakaran berlangsung pada 1863 – 1865. Sekarang  Vihara dikelola oleh Yayasan Sian Djin Kupoh , tempat ibadah  pemeluk Buddha Mahayana. Selain sebagai tempat sembahyang juga sebagai tempat tinggal Rochaniwan Buddha Mahayana (Bhiksu) dan tempat mendidik calon Bhiksu.(E-001/BBS) ***