Unik, Cap Gomeh Dipadukan Dengan Budaya Sunda

99

Pawai kirab budaya berupa pertunjukan tarian barongsai dan liong, dipadukan dengan seni tradisional sunda kuda renggong, meramaikan perayaan cap go meh, di Kabupaten Bandung. Tak hanya dikuti warga keturunan tiongkok, kegiatan juga melibatkan masyarakat umum, sebagai bentuk kerukunan umat beragama. Cap gomeh jatuh pada dua maret 2018, yang  merupakan rangkaian terakhir perayaan tahun baru, atau lima belas hari setelah perayaan imlek.

Inilah seni pertunjukan tradisional sunda kuda renggong, saat berlangsungnya kirab budaya di sepanjang jalan raya taman kopo indah, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung. Dinaiki bocah cilik dengan diiringi musik gamelan, seni kuda renggong dilibatkan dalam pawai kirab budaya pada perayaan cap gomeh.

Pertunjukan kuda renggong ini dipadukan dengan atraksi barongsai dan liong atau naga. Pawai kirab ini memukau ribuan warga, terutama pengguna jalan. Sebagai salah satu tradisi perayaan cap gomeh, warga termasuk aparat tni dan polisi memberikan ampau saat pertunjungan barongsai berlangsung.

Pawai kirab cap go meh tak hanya diikuti warga keturunan tiongkok yang bermukim di wilayah Margahayu dan margaasih, tapi juga melibatkan masyarakat umum, termasuk tokoh ulama setempat yang memimpin doa sebelum kirab dimulai.

Ini sebagai bukti pawai kirab budaya merupakan bentuk keragaman serta kerukunan antar umat, untuk menjaga negara kesatuan republik Indonesia atau NKRI. Pawai kirab budaya cap gomeh ini mendapat dukungan aparat termasuk polres cimahi, polres Bandung dan juga kodim 0609 Kabupaten Bandung.,

Cap gomeh yang jatuh pada 2 maret, merupakan rangkaian terakhir perayaan tahun baru atau 15 hari setelah imlek. Dalam perayaan cap gomeh biasanya ditampilkan tarian barongsai dan liong atau naga, sebagai penghormatan terhadap dewa. Di indonesia, cap gomeh kerap dipadukan dengan budaya tradisional, untuk menjaga kerukunan antar umat dan saling toleransi.

Rezytia Prasaja, Bandung TV.