Pelaksanaan UNBK 100 % Mampu Kurangi Kecurangan

69

BISNIS BANDUNG- Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat diminta  bekerja keras guna mencapai target 100 persen SMA/SMK/Aliyah di Jawa Barat bisa melaksanan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

“Kita lihat bagus lah ditargetkan 100 persen, tinggal sekarang harus kerja keras dari dinas dan manajemen sekolah untuk melengkapi komputernya,” kata Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Abdul Hadi Wijaya, kepada wartawan.

Dia  menyebut dengan dilaksanakannya UNBK pada seluruh SMA/SMK/Aliyah di Jabar secara serentak, akan mampu mengurangi kecurangan-kecurangan yang biasa terjadi pada saat Ujian Nasional.

“Jadi dinas dan kementerian punya peta siapa yang lulus ujian,” katanya.

Sementara itu, target 100 persen pelaksanaan UNBK di Jabar ini harus diimbangi dengan kerja keras dari Dinas Pendidikan dan manajemen sekolah untuk menyediakan perlengkapan UNBK.

Mayoritas sekolah swasta baik SMA/SMK/Aliyah masih belum bisa menyediakan komputer dan alat penunjang lainnya untuk pelaksanaan UNBK.

“Swasta ada cluster-cluster ada yang keterbatasan sarana prasarananya masih kuat, sudah ada yang mapan, aliyah yang negeri gak ada masalah, swasta yang masalah,” kata dia.

Namun, ia mengatakan hal tersebut bisa disiasati dengan kerjasama antara instansi pendidikan, misalkan dengan SMP yang komputernya tidak digunakan, maka SMA/SMK/Aliyah yang negeri bisa meminjam untuk digunakan UNBK.

Ia menyebutkan, dinas pendidikan dan manajemen sekolah minimal harus menyediakan tiga hal, pertama perangkat keras komputer, kedua sistem jatingan, dan ketiga Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola.

“Sistem bisa menggunakan provider penyedia internet, atau bisa juga dilakukan dengan Local Area Network (LAN),” katanya.

Pihaknya pun mengaku sering berdiskusi dan memantau kesiapan Dinas Pendidikan dalam pelaksanaan UNBK ini. Namun ia melihat, Dinas Pendidikan saat ini memiliki kesiapan yang lebih, selain karena pengalaman pelaksanaan UNBK, juga karena di dorong oleh dukungan anggaran.

“Penganggaran sudah disiapkan sejak tahun lalu sekitar Rp 30 miliar,” tuturnya.(B-002)***