Pergerakan Tanah, 17 Rumah Rusak

51

Belasan rumah di kampung sindang layu kabupaten Cianjur rusak, dan puluhan lainnya terancam, akibat pergerakan tanah yang terjadi setiap jam. Untuk menghindari jatuhnya korban jiwa, warga mulai meninggalkan rumah saat hujan turun, untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Beginilah kondisi salah satu rumah warga yang rusak berat, akibat pergerakan tanah di kampung sindang layu, desa batu lawang, kecamatan sukaresmi, Kabupaten Cianjur.

Awalnya, rumah ini sejajar dengan tanah. Namun, saat hujan turun, tanah terus bergerak. Kini, rumah ini amblas sedalam dua meter. Selain itu, rumah warga lainnya mengalami retak-retak.

Pergerakan tanah juga merusak jalan desa hingga amblas sedalam lima meter. Warga diimbau meninggalkan rumah saat hujan turun, dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Tercatat ada tujuh puluh rumah yang terancam, tujuh belas rusak ringan, dan empat rusak berat akibat pergerakan tanah. Warga yang rumahnya rusak berat, terpaksa mengungsi ke rumah sanak saudara. Sedangkan warga yang rumahnya terancam, memilih tetap tinggal di rumah mereka, karena tidak ada pengungsian.

Sampai saat ini belum ada bantuan relokasi atau tenda pengungsian untuk warga. Saat hujan turun, warga merasa ketakutan, mengingat curah hujan di wilayah Cianjur masih tinggi, serta tanah labil.

Menurut Kepala Desa Batulang, Nanang, pergerakan tanah ini sudah terjadi tiga minggu yang lalu. Pihaknya sudah berupaya mengajukan relokasi kepada pemerintah daerah, namun belum ada jawaban.

Pergerakan tanah dipastikan akan terus terjadi saat hujan turun. Warga mengharapkan perhatian dari Pemda Cianjur, untuk segera membuat tempat relokasi sementara.

Heri Setiawan, Bandung TV.