Pelajar SMK Diciduk Lantaran Jadi Mucikari

106

Seorang remaja yang masih duduk di bangku kelas tiga SMK di kabupaten Bandung Barat,  diciduk aparat kepolisian karena diduga menjadi mucikari. Dari bisnis tersebut,  pelaku mendapatkan keuntungan satu hingga dua juta rupiah, dari setiap psk yang ditawarkan via medos, ke lelaki hidung belang.

Mr, seorang abg yang juga siswi salah satu sekolah menengah kejuruan di kabupaten Bandung Barat, diperiksa penyidik unit perempuan dan perlindungan anak satreskim polres cimahi, lantaran terlibat bisnis prostitusi. Gadis berusia 17 tahun tersebut, ditetapkan sebagai tersangka, karena diduga menjadi mucikari yang menawarkan psk di bawah umur.

Berdasarkan penelusuran sementara, paket perrempuan yang ditawarkan berjumlah sekitar 5 orang, bahkan sebagian masih di bawah umur. Seluruh transaksi dilakukan melalui medsos dan telepon seluler, untuk mencari lelaki hidung belang. Para psk kemudian diantar pelaku untuk berkencan di beberapa hotel di kota cimahi dan kabupaten Bandung Barat.

Dari bisnis tersebut,  pelaku mendapatkan keuntungan satu hingga dua juta rupiah, dari setiap psk yang berkencan. Polisi masih menyelidiki dugaan pelaku lain. Pelaku sudah beraksi selama dua tahun, dengan rata-rata korban adik kelasnya.

Polisi berhasil membongkar praktik ini, setelah mendapat laporan dari seorang korban  yang dipaksa melayani nafsu bejad lelaki hidung belang. Korban yang sebelumnya membutuhkan uang, diiming-iimingi pelaku untuk dipertemukan dengan seseorang yang akan membantu meminjami uang.

Polisi menciduk mr di kamar kontrakannya, di cipeundeuy, Bandung Barat. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah telepon seluler, surat administrasi kendaraan, dan uang tunai senilai 1 koma 5 juta rupiah.

Uang yang didapat untuk kepentingan pribadi dan foya-foya. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat undang-undang nomor 21 tahun 2007, pasal 2, tentang tindak pidana penjualan orang, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Algi Muhammad Gifari, Bandung TV.