20 Petani Penggarap Ditahan, Istri Gruduk Kejaksaan

118

Puluhan perempuan di kabupaten Cianjur,mendatangi kejaksaan negeri Cianjur, lantaran tidak terima para suaminya yang berprofesi petani, divonis penjara dua bulan, karena dituduh menyerobot lahan pengusaha tambang pasir.

Beginilah kekesalan ade, di kantor kejaksaan negeri Cianjur,Jawa Barat, ia berteriak-teriak menuntut keadilan untuk suaminya yang divonis dua bulan penjara oleh pengadilan negeri Cianjur.

Dengan tuduhan telah menggarap lahan bersama dua puluh orang petani lainnya, dilahan milik pengusaha tambang pasir dikampung tegal lega kecamatan pacet. Selain ade,ada dua puluh istri  menuntut keadilan untuk suami mereka dikantor kejaksaan negeri Cianjur.

Sebelumnya mereka menghadang mobil tahanan kejaksaan, usai suami mereka dijatuhkan vonis oleh pengadilan negeri Cianjur selama dua bulan. Karena merasa suami mereka tidak bersalah dan tidak merasa menyerobot lahan milik pengusaha tambang pasir untuk dijadikan lahan pertanian.

Karena lahan tersebut awalnya milik negara dan para petani mendapat izin menggarap.namun para petani dilaporkan pada tahun dua ribu sebelas dan kasus ini berhenti.  Selain itu  atas perintah pengadilan tinggi bandung, kasus ini dilanjutkan dan dua puluh orang petani menjadi terdakwa.

Mereka pun mempertanyakan kelanjutan kasus pengusaha tambang pasir, yang juga dilaporkan warga karena merusak lingkungan,namun menurut kejaksaan kasusnya masih kasasi di pengadilan tinggi bandung,Jawa Barat.

Aksi ini akhirnya reda setelah pihak kejaksaan negeri Cianjur bernegosisasi, dan memperbolehkan bertemu dengan suami mereka, sebelum dibawa ke lapas Cianjur, suasana harupun mewarnai ruangan jaksa. Akhirnya setelah dipertemukan dengan suami mereka, petugas kejaksaan kemudian membawa dua puluh orang petani ke lapas.

Heri Setiawan, Bandung TV.