PHRI: Pilkada Serentak Diharapkan Dongkrak Okupansi Hotel

43

BISNIS BANDUNG — Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia – PHRI Jawa Barat,  Herman Muchtar berharap, ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak mampu mendongkrak  tingkat hunian hotel (okupansi). PHRI berharap pimpinan rezim pemerintahan berikutnya, memperhatikan industri perhotelan dan kepariwisataan dan membangun infrastruktur penunjang.

Dikemukakan Herman, terkait Pilkada , pelaku industri perhotelan  siap memfasilitasi tim sukses/tim kampanye, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu)  yang memanfaatkan jasa industri perhotelan untuk ajang kampanye atau sosialisasi dan agenda rapat kerja.

Sejauh ini , lanjut Herman ,  meski sudah memasuki masa kampanye Pilkada serentak, okupansi  hotel dan restoran di Jawa Barat, belum terpengaruh. Saat ini tingkat okupansi hotel masih diangka normal,  rata rata di kisaran sekira 35%.

“Belum ada pengaruh, okupansi hotel masih rendah , selain karena cuaca yang tidak bagus . Belum ada  hotel yang dipergunakan untuk rapat maupun kampanye,” ungkap Herman Muchtar yang dihubungi BB Minggu (4/3/) menjelaskan okupansi hotel.

Melihat okupansi hotel saat ini, diakui Herman, omset industri perhotelan belum berubah.  Sejauh ini industri perhotelan dan restoran belum dimanfaatkan oleh kandidat, kemungkinan karena berhemat. Biasanya,  hotel dan restoran di wilayah/kawasan/kota yang banyak dimanfaatkan oleh calon/tim sukses, yakni di wilayah yang mempunyai  potensi massa pemilihnya tinggi.

Menjawab pertanyaan  upaya yang dilakukan oleh pelaku usaha perhotelan dan restoran untuk menarik minat tim sukses atau calon  agar memanfaatkan jasa hotel dan restoran. Apakah perang tarif atau tambahan fasilitas

.”Kita lihat santai saja , menunggu  yang mau memanfaatkan hotel,  tapi pastinya tidak evisien menggunakan hotel untuk kegiatan kampanye atau rapat terkait Pilkada, pasalnya tarif di hotel cukup tinggi,”ujar Herman seraya menmbahkan okupansi hotel dan restoran di ajang kampanye/prosesi Pilkada serentak, seharusnya terjadi jadwal kampanye/sosialisasi.

Pada kegiatan kampanye  biasanya tim sukses menginap atau memanfaatkan hotel dan restoran untuk kampanye atau sosialisasi. ‘Tapi KPU, saya kira jarang menggunakan hotel mungkin karena plapon anggarannya yang terbatas,” ungkapnya.

Siapapun yang terpilih jadi pimpinan pemerintahan ,PHRI berharap agar pimpinan rezim terpilih memperhatikan industri perhotelan dan kepariwisataan, termasuk membangun infrastruktur dan promisi anggarannya ditingkatkan dan tepat sasaran.

Jika pemerintahan sebelumnya masih belum serius, focus dan paham, tambah Herman , industri perhotelan dan pariwisata harus mendapat perhatian yang serius,  karena merupakan penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) cukup signifkan, kurang lebih sekitar 40 %.  ( E-018)***