Rini Marini, Anak Kembarnya Jadi Inspirasi Merk Dagang

40

Rini Marini, kelahiran Ciamis 23 Juni 1981, merupakan  seorang pengusaha hijab di kota Bandung. Selain sebagai wirausahawati, Rini juga aktif di beberapa komunitas yang berkaitan dengan bisnisnya, antara lain, Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi), Wirausaha Jabar Sejahtera (WJS), serta Himpunan Pengusaha Mikro Indonesia (Hipmikimdo).

Istri dari R. Agus Hambali ini menuturkan bahwa, ide awal usahanya ini datang dari dirinya sendiri. Sebagai ibu rumah tangga, untuk mengisi kekosongan dan rasa jenuh di rumah terus, akhirnya ia memutuskan untuk menjadi pengusaha hijab.

Modal awal untuk merintis usahanya senilai Rp 5 juta ia peroleh dari suaminya.

“Usaha yang saya geluti saat ini, memang ada kaitan dengan latar belakang keluarga, karena keluarga saya dan orang tua adalah pedagang juga,” ungkap Rini mengenai awal ketertarikannya pada usaha hijab.

Rini mengaku, alasan memilih usaha hijab atau busana muslim adalah, karena ia menggemari fashion dan produk fashion tidak bakalan busuk. Kemampuan memproduksi dan mendesain produk memang meniru yang lain, karena harus mengikuti pangsa pasar yang lagi “booming”.

Untuk memproduksi hijabn, ia melimpahkannya kepada enam perajin di kawasan Soreang, kabupaten Bandung. Sedangkan bahan bakunya, ia sendiri  yang menyediakannya, dan dibeli dari kawasan Cigondewah serta dari jalan Tamim kota Bandung.

“Merk dagangnya kini sedang dalam proses pengajuan, kalau resi hak merk sudah ada, serta dapat fasilitas gratis dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota Bandung. Merk hijabnya diberi nama TwinGirl’s, karena saya memiliki anak kembar dan semuanya perempuan,” paparnya.

Mengenai kapasitas produksi, dalam sebulan bisa mencapai sekitar lima kodi. Sedangkan bahan baku yang digunakan untuk produksi hijabnya adalah katun linen rami, woollcraf, Balotelli serta batik, yang mana semuanya merupakan produk lokal.

Setiap bulan, produk hijab yang diproduksi oleh Rini bisa terjual kurang lebih 100 pieces. Segmen pasarnya adalah, ibu-ibu muda dan kaum remaja, sebab anak muda lebih dominan belanja dibanding dengan orang tua.

Harga jual hijabnya mulai dari Rp 50.000, dan omset penjualan perbulan minimal Rp 5 juta.  Produknya dijual di Pasar Baru Trade Center.  Ibu dari Najla Khaerunnisa Hambali (9), Muthia Insani Kamila (7).

Serta Anindhita Ayu Zhafira (5) dan Anindya Ayu Zhafira (5) ini menyebutkan bahwa, produk hijab yang diproduksinya selain dipasarkan di kota Bandung, juga dipasarkan di beberapa kota lain di Jawa Barat, di antaranya  adalah di Ciamis, Tasik, Pangandaran, Bogor serta Bekasi.

“Keunggulan produk hijab saya adalah, bahan yang digunakan terasa nyaman ketika dipakai, sehingga sampai saat ini belum pernah ada pembeli yang komplain,” ujar Rini kepada BB akhir pekan lalu.

Rini juga mengemukakan bahwa, persaingan pasar cukup ketat, baik persaingan dengan produk lokal lainnya, maupun persaingan dengan produk impor sejenis, sehingga tidak jarang terjadi saling banting harga.

Agar produk hijabnya tetap berdaya saing, Rini pun selalu berusaha menjaga kualitas maupun kuantitas bahan baku, maupun penjahitan kain yang rapih, selain modelnya yang juga harus lebih menarik.    (E-018)***