Arhaeopteryx Spesies Burung Pertama di Dunia Ditemukan Akhli Paleontologi Jerman

56

Ketika reptil mendominasi kehidupan pada masa Mesozoikum ,  muncul spesies burung pertama yang dikenal dengan nama Arhaeopteryx. Fosil burung ini ditemukan pada tahun 1861 oleh Herman Von Meyer, seorang ahli paleontologi Jerman pada lapisan batugamping berumur Jura Akhir (sekitar 150 juta tahun) di Solhnhofen Bavaria Jerman.

Von Meyer melakukan penelitian terhadap fosil tersebut dan menemukan beberapa indikasi berupa, tulang ekor, cakar pada sayap dan gigi. Von Meyer menyebut, indikasi tersebut menunjukan adanya kemiripan  dengan reptil yang hidup waktu itu .

Hingga ia menyimpulkan  bahwa hewan ini merupakan peralihan dari reptil ke burung. Cakar yang terdapat pada sayapnya memungkinkan burung ini bisa memanjat pohon.

Dalam penelitiannya , Von Meyer menemukan tujuh spesimen fosil Archaeopteryx sebagai  spesies pertama yang kemudia diberi nama Archaeopteryx Lithographica. Kemudian pada tahun 1933 , Wellnhofer menemukan  spesies baru yang diberi nama Archaeopteryx Bavaria.

Selanjutnya John Ostrom, peneliti dari Universitas Yale mengamati Archaeopteryx yang memiliki kemiripan antomi dengan Deinonychus, seekor Theropod Dinosaurus ( dinosaurus pemakan daging yang berjalan dengan dua kaki) , terutama pada bagian cakar/kaki depannya.

Posisi Archaeopteryx sebagai burung pertama di dunia yang ditemukan,  sempat terganggu  dengan ditemukannya fosil burung Protoavistexensis pada lapisan  sadimen berumur Trias Akhir di Texas. Fosil tersebut berupa kerangka  tidak lengkap serta beberapa pecahan tengkorak bagian belakang.

Beberapa tampilan Protoavis , seperti tenggkorak , kaki depan, pinggang dan bahu , mirip dengan burung yang ada sekarang. Beberapa akhli menyimpulkan  bahwa Protoavis merupakan burung pertama yang kemunculannya  lebih awal dari Archaeopteryx (Chatterjee 1997).

Akan tetapi kesimpulan itu diragukan  para akhli lainnya , antara lain oleh John Ostrom, PJ Curie dan XJ Zhao .  Sebab itu , Archaeopteryx masih diakui sebagai burung pertama di dunia yang muncul pada zaman Jura (Jurassic Bird).

Beberapa spesies burung yang terkenal pada masa Mesozoikum, di antaranya Hesperornis ( western bird) dan Ichthyornis (fish bird). Keduanya merupakan burung laut yang memiliki kaki dapat berputar (foot propelled diver) untuk menyelam menangkap ikan.

Hesperornis  , tubuhnya berukuran sekitar 1,5 meter ,  masuk dalam ordo Hesperornithiforme. Sedangkan Ichthyyornis  merupakan burung berkaki kecil  bersayap lebar, masuk ke dalam ordo Ichthyornithiformes.

Fosil burung purba, juga ditemukan OC Marsh pada tahun 1870. Marsh menemukan fosil Hesperornis pada lapisan batugamping berumur kapur ( 145-65 juta tahun) di  Sungai Smoky Hill, Kansas Barat.

Spesies  ini diberi nama Heperornis regalis Marsh. Kemudian seorang kolega Marsh bernama Benyamin F.Mudge , pada tahun 1872  menemukan fosil Ichthyrornis pada batugamping  Formasi Niobrara, Kansa Barat.

Beberapa spesies Ichthyornis  yang sempat diteliti Marsh , antara lain Ichthyornis dispar , Ichthyornis victor dari Formasi Niobrara dan Ichthyornis lentus  yang ditemukan pada lapisan batugamping  berumur Kapur Akhir di Austin , Texas.

Pada abad 19 , Les Nessov , seorang akhli paleontologi Rusia ,pad tahun 1986 dan 1982 meneliti dua spesies fosil Ichthyornis yang ditemukan  pada lapisan batugamping berumur Kapu Akhir di Gurun Kizylkum , Uzbekistan . Archaeopteryx , Heperornis dan Ichthyornis punah pada jaman Kapur (65 juta tahun silam ) . (B-003/bbs) ***