Matic Race Trijaya Sumber Production 2018 Mencari Bibit Pembalap Berbakat

107

Perhelatan Matic Race Trijaya Sumber Production 2018 menjadi ajang “pamer” kebolehan para pembalap road race yang datang dari berbagai kota di Jawa Barat. Seri perdana ajang road race Open  tahun 2018 ini berlangsung di sirkuit Brigif 15 Kujang Cimahi.

Tidak kurang dari 324 starter yang terbagi kedalam 22 kategori kelas yang diperlombakan ikut ambil bagian. Penyelenggaraan Matic Road Race Open hasil kolaborasi Trijaya Racing bersama Sumber Production , menjalani total 59 race dengan kondisi cuaca yang cukup bersahabat. Mereka bertarung untuk mencapai hasil terbaik.

Tak ada masalah yang dihadapi oleh seluruh pembalap yang tampil. Mereka sudah mengenal sekali karakter sirkuit Brigif Cimahi yang mempunyai karakter trek lurus cepat dan sedikit tikungan.

“Pada seri perdana Matic Race Sumber Production ini, kelas cornering menjadi yang paling dominan. Dari 22 kelas yang dibuka, 9 kelas di antaranya merupakan kategori khusus cornering. Sedangkan kelas lainnya merupakan matic race dan juga kelas bebek serta supermoto,”ujar Sumber Agung Rizki, Promotor Sumber Production.

Jalannya lomba begitu ketat. Sejak awal hingga babak final para pembalap road race di beberapa kelas diwarnai  persaingan  ketat untuk menjadi juara di setiap kategori kelasnya.

Momen seri perdana Matic Race Trijaya Sumber Production, dimanfaatkan oleh Moonraker Indonesia selaku klub sport yang berdiri sejak 1979 untuk bernostalgia kembali mengenang momen balap road race era 90-an yang ketika itu dihelat di Gasibu Bandung.

Segenap anggota Moonraker Indonesia datang untuk mensupport langsung beberapa pembalap terbaiknya yang turun di beberapa kategori kelas.

Moonraker Indonesia terus berupaya untuk melahirkan pembalap muda berbakat dan regenerasi dari para pembalap senior yang nantinya bisa mencetak segudang prestasi di dunia balap motor.

“Balap matic race seri perdana ini menjadi ajang silaturahmi, juga bernostalgia antar para anggota Moonraker, dimana banyak para anggota Moonraker yang turun di beberapa kategori kelas. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini, bisa mengurangi balapan liar di jalan raya dan menyalurkan minat balapnya di atas sirkuit,” ujar Andreas, Ketua Umum Moonraker Indonesia.

Pihak promotor merasa bersyukur, berdasarkan pada jumlah partisipan balap yang begitu banyak, membuat rasa optimistis, bahwa Jawa Barat tidak akan pernah kekurangan minat dan bakat untuk terus memunculkan bibit-bibit bertalenta istimewa yang relatif merata di berbagai daerah. (E-002)***