Majalengka – Madinah semakin Dekat

92

DARI tahun ke tahun, jumlah jamaah haji dan umroh melalui Madinah, Arab Saudi, terus meningkat. Tahun 2014 jamaah umroh Indonesia yang masuk Tanah Suci melalui Madinah tercatat 141.144 orang, sedangkan jamaah haji—sesuai kuota—91.230 orang.

Angka itu meningkat tajam, jamaah umroh mencapai  188.518 dan jamaah haji 155.376 orang pada tahun 2016.

Tahun 2017 terjadi lonjakan jumlah jamaah hampir dua kali lipat dibanding tahun 2016. Jumlah jamaah umrah 335.747 orang dan jamaah haji 199.215 orang. Jamaah Indonesia melalui Madinah itu rata-rata 53 persen pertahun.

Jumlah jamaah Indonesia yang terus meningkat itu, kontribusi Jawa Barat tetap dominan. Dari jumlah  penduduk Jabar 47 juta jiwa, sedikitnya 17 persen melakukan ibadah umroh dan haji.

Banyaknya warga Jabar yang melakukan ibadah ke Tanah Suci melalui Madinah merupakan potensi sangat besar bagi berbagai kepentingan Arab Saudi, khususnya Madinah.

Potensi itulah yang ”ditawarkan” pengelola Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati ke pengelola Bandara Internasional Amir Mahmud bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.

Hal itu dikatakan Direktur Utama PT BIJB, Virda  Ekaputra Dimas yang datang ke Madinah bersama Konsul Jenderal RI di Jeddah, Muhammad Hery Saripudin.”Kami menyampaikan konsep kerja sama pelayanan penumpang haji dan umroh,” kata Virda kepada media.

BIJB Kertajati, Majalengka, Jabar, diproyeksikan  dapat melayani jamaah haji Jabar dan sebagian Jateng pada musim haji tahun 2018 ini. Diharapkan BIJB dapat menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia, khususnya Jabar.

Segala sesuatunya minimal menyamai AMAA Madinah. Bandara Madinah itu  merupakan bandara terbaik kedua di Timur Tengah pada tahun 2016. Penghargaan diberikan oleh The Airport Council.

Melalui kerja sama yang sekarang tengah dikaji sebuah tim gabungan, BIJB lebih mendekatkan Jawa Barat ke  Mekah. Para calon penumpang, baik jemaah umroh dan haji, maupun para turis dan penumpang komersial lainnya, merasa Majalengka–Madinah semakin dekat. ’BIJB bertekad mengembangkan bandara ramah wisatawan halal.

Selain membangun lounge seluas 700 meter persegi, dipersiapkan juga 12 ruang salat yang membuat orang melakukan ibadah dengan nyaman. BIJB juga menyediakan arena tempat berlatih manasik haji lengkap dengan miniature kabah.

Samapi sekarang pembangunan BIJB sudah selesai 90 persen. Landas pacu yang tadinya sepanjang 2.500 meter, kini sedang diperpanjang sampai 3.000 meter. Hal itu sesuai dengan ketentuan bandara internasional.

Terminal yang tadinya hanya 96.000 meter persegi diperluas hingga 209.500 meter persegi. Semula, BIJB ditargetkan dapat menampung 5 juta penumpang, kini sedang dipersiapkan sehingga dapat menampung 29 juta penumpang.

Tampaknya infrastruktur penunjang, antara lian jalan tol Cisundawu dan akses ke Jalan Tol Cipali, diharapkan dapat segera selesai sehingga arus penumpang pengguna BIJB dapat sampai ke bandara denhan aman, cepat, dan nyaman.

Bandara  yang konon akan diberi nama Bandara Internasional Bagus Rangin, Kertajati, Majalengka, Jawa Barat itu, benar-benar akan menjadi solusi kepadatan penumpang Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten.

Diprediksi, dengan beroperasinya BIJB, lalu lintas orang dan barang  domestik dan internasional akan semakin lancar.

Turis mancanegara yang  menuju berbagai destinasi wisata di Jabar dan Jateng, memilih BIJB sebagai bandara tujuan. Kepariwisataan Jabar akan terdongkrak.Tinggal bagaimana mengelola dan melakukan promosi dengan baik dan jujur. ***