Curug Teko Airnya Meluncur Bagai Dituangkan dari Teko

118

Curug Teko di Kabupaten Garut menajdi viral dalam beberapa hari ini,penyebabnya adalah bencana banjir bandang yang melanda curug ini,  hingga mengakibatkan 4 orang meninggal dunia. Kejadian nahas itu berlangsung sangat cepat, awalnya ada belasan orang yang terseret arus,namun mereka berhasil diselamatkan dan 4 orang lainnya tidak terselamatkan terbawa arus air bah.

Pada saat kejadian Curug Teko sedang ramai dikunjungi para pelancong dari berbagai daerah. Beberapa saksi mata mengatakan air bah datang tiba- tiba,hingga membuat panik para pengunjung.

Curug Teko terletak di petak 50 D blok Nangklak RPH Cisurupan BKPH Bayongbong. Curug Teko ini  berjarak sekitar 6 kilometer dari Jalan Raya Cisurupan , satu arah jalan menuju  ke Gunung Papandayan.

Terlepas dari musibah yang terjadi,panorama alam Curug ini sangat cantik,tidak mengherankan banyak pengunjung yang datang dari berbagai daerah.

Curug Teko tengah dikembangkan menjadi area tempat kemping dengan fasilitas berupa rumah saung, warung-warung, rumah pohon yang bernuansa alam yang  disewakan.

Rumah saung dan segala macam fasilitasnya itu dikonsep dengan nuansa alam untu menghilangkan kepenatan, terutama bagi warga kota yang merasa jenuh dengan kehidupan di kota.

Sesungguhnya bukan hanya air terjun saja yang menjadi daya tariknya , melainkan lebih pada suasana alamnya yang indah dengan ragam hayati. Sehingga tak kalah eksotik dengan panorama Kawah Papandayan. Di sana pengunjung dapat menikmati pesona panorama matahari

Sebutan Curug Teko muncul karena debit aliran air terjun berketinggian sekitar 30 meter yang seperti cucuran air dari teko. Baik pada musim hujan maupun kemarau volume airnya tetap.

Curug Teko dikelola masyarakat yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Gandamekar Desa Sirnajaya Kecamatan Cisurupan kerjasama Perum Perhutani KPH Garut.

 Luas lahan dikembangkan sebagai kawasan wisata Curug Teko  mencapai 3 hektar.Dengan pengelolaan berkonsep wanawisata terpadu (integrated forest torurism), banyak daya tarik wisata ditawarkan kepada pengunjung.

Antara lain camping ground, wahana outbond, penginapan, rumah pohon dan villa, tenda, serta studi tour pelatihan agrobisnis kopi, dan sutra alam.

Curug Teko merupakan satu di antara tujuh titik obyek wisata di kawasan Perum Perhutani KPH Garut yang direkomendasikan sebagai obyek wisata unggulan berbasis konservasi lingkungan.

Secara administratif berada di Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut Jawa Barat. (E-001) ***