Satgas pangan sidak ke sejumlah supermarket

134

Tim satgas pangan dari dinas perindustrian dan perdagangan, dinas kesehatan, serta polres bandung, menemukan sejumlah produk ikan makarel kemasan, di pasar modern, di kecamatan cileunyi, kabupaten bandung. Meski ditemukan, pengelola menyatakan. Makanan kemasan tersebut sudah tidak dijual, setelah ada imbauan dari pemerintah.

Sidak ikan makarel kemasan kaleng dilakukan tim satgas kabupaten bandung, terdiri dari dinas perindustrian dan perdagangan, dinas kesehatan, serta polres bandung, ke sejumlah pasar modern atau swalayan di wilayah cileunyi, kamis pagi.

Satu persatu merek yang memproduksi ikan kemasan kaleng diperiksa petugas, untuk memastikan produk yang diduga mengandung cacing tersebut tidak lagi dijual.

Saat petugas memeriksa, pengelola pasar modern memperlihatkan ikan makarel kemasan yang dilarang dijual sudah tidak lagi dipajang. Sedikitnya ada lima merk ikan makarel kemasan yang sudah tidak dipajang atau dijual.

Menurut pengelola pasar modern, rinto ari wibisono, pihaknya sudah menarik  produk tersebut, setelah ada larangan menjual dari pemerintah. Pihaknya akan segera mengembalikan produk tersebut ke pembuatnya.

Sedangkan menurut kepala dinas perindustrian dan perdagangan, poppi hopipah, pihaknya masih menemukan ikan makarel kemasan kaleng yang diduga mengandung cacing, dijual di sejumlah pasar tradisional di kabupaten bandung.

Sedangkan di pasar modern, ikan makarel kemasan sudah tidak dijual, setelah ada imbauan larangan.

Pihak satgas pangan akan membuat surat edaran berupa imbauan kepada masyarakat, agar tidak membeli produk tersebut. Kamis ini, tim satgas oangan kabupaten bandung sidak di empat titik berbeda di dua pasar tradisional.

Yaitu pasar majalaya dan kopo sayati, yang masih menjual produk tersebut. Pihaknya pun langsung menarik ikan makarel kemasan yang diduga mengandung cacing, agar tidak dijual lagi.

Rezytia prasaja, Bandung TV.