PEMPROV Dan Penyelenggara Pemilu Tangkal Hoax

17

Guna menciptakan pilgub jabar yang besih dan bebas dari berita hoax, bawaslu jabar, kpu, polri, tni, serta pemerintah provinisi jawa barat, mendeklarasikan anti hoax di kota bandung. Deklarasi pun dihadiri pengurus partai pendukung masing-masing pasangan calon.

Badan pengawas pemilu, kpu jabar, polri, tni, serta pemerintah provinsi jawa barat, gencar memerangi berita bohong atau hoax, yang marak menjelang pilgub jabar 2018.

Selasa siang, deklarasi anti hoax kembali digelar di kota bandung, dengan mengundang paslon dan pendukung masing- masing calon.

Kepala dinas komuninaksi dan informasi provinsi jawa barat, hening widiatmoko, mengapresiasi kegiatan ini, karena berita hoax di media sosil lebih mempengaruhi masyarakat, sehingga dapat memicu kesalahpahaman maupun gesekan antar pendukung.

Pemerintah melalui diskominfo, akan turun tangan untuk memerangi berita bohong yang beredar di media sosial, dan menindak tegas pelakunya.

Sementara itu, menurut ketua bawaslu jabar, harminus koto, gerakan anti hoax ini sangat besar manfaatnya, dan berinbas terhadap kurangnya pelanggaran terutama pada pilgub jabar.

Dari 149 pelaporan ke bawaslu, hanya tiga yang mengenai pelanggaran pilgub. Pendekatan antara penyelenggara pemilu dengan masing-masing paslon, menjadi salah satu jurus jitu untuk meminimalisasi pelanggaran.

Penyelenggara pemilu maupun pemerintah provinsi jawa barat, berharap pilkada serentak maupun pilgub jabar dapat berjalan aman dan lancar, tanpa ada gesekan antar pendukung paslon.

Yuwana kurniawan, bandung tv.