Menperin Siapkan Regulasi AMMDes

29

Kegiatan AMMDes Summit dan Pameran Platform dan Komponen digelar oleh Kementerian Perindustrian di Jakarta pada 27-29 Maret pekan lalu. Pada acara tersebut menampilkan platform beserta komponen kendaraan buatan produsen otomotif lokal.

AMMDes adalah istilah baru yang digagas untuk menyebut kendaraan perdesaan, yaitu Alat Mekanisasi Multiguna Perdesaan (AMMDes). Kendaraan perdesaan yang sebentar lagi bakal jadi segmen baru di industri otomotif dalam negeri, kini sedang digodok regulasinya.

Mengenai mobil perdesaan ini,  salah satu harapan yang disampaikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto kepada produsen otomotif lokal , menginginkan agar produsen lokal dapat memperbaiki dua pekerjaan rumah (PR) yang belum selesai , jika produsen lokal ingin mobil buatannya laris di pasaran.

“Kelemahan industri otomotif kita ada di research developmet dan desain. Jadi ajang ini merupakan salah satu contoh research development dan desain agar kita bisa menciptakan satu jenis kendaraan dengan harga bersaing,” kata Airlangga.

Dalam kegiatan AMMDes Summit, Airlangga menyebut platform maupun komponen yang dipamerkan hampir seluruhnya murni produksi dalam negeri.

Kemenperin sedang menyiapkan regulasi berupa rancangan Peraturan Presiden, rancangan Peraturan Menteri Perindustrian dan standar terkait pengembangan AMMDes.

Airlangga menyampaikan harapan agar mendapat dukungan dari instansi lainnya, seperti dari Kementerian Perhubungan terkait kelayakan jalan, Kepolisian soal egistrasi dan identifikasi, BSN terkait standardisasi, Kementerian Keuangan terkait masalah insentif dan fasilitas perpajakan, serta Kementerian Dalam Negeri untuk pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama di daerah.

Bila pengembangan kendaraan perdesaan ini nantinya sukses, Airlangga menargetkan produksi maupun distribusi seharusnya sudah bisa dilakukan dalam tahun ini, dan nantinya kendaraan tersebut bisa disebut angkutan perdesaan yang multifungsi dan multiguna, baik untuk angkutan maupun perkebunan. (E-002/BBS)***