Bupati Tetapkan KLB Kasus Miras Oplosan

20

Menyusul banyaknya korban jiwa akibat miras oplosan di Cicalengka, kabupaten Bandung, bupati Bandung Dadang M NaserĀ  sangat geram dan marah. Bupati meminta pelaku dihukum seberat-beratnya hingga dihukum gantung.

Bupati meyakini, pelaku didukung oknum aparat, sehingga bisa dengan bebas berjualan miras. Bupati menetapkan peristiwa tersebut masuk sebagai kejadian luar biasa atau klb.

Selasa pagi, bupati Bandung, Dadang M Naser, menyatakan geram saat mengetahui korban jiwa berjatuhan akibat miras oplosan mencapai 30 orang lebih, sejak 6 April 2018 hingga selasa ini di kawasan Cicalengka, kabupaten Bandung.

Bahkan, bupati meminta aparat menghukum pelaku seberat-beratnya dengan hukuman gantung, karena sudah mengakibatkan puluhan korban meninggal dunia sia-sia.

Bupati yakin, para pelaku penjual miras oplosan didukung oknum aparat, sehingga bisa dengan bebas menjual miras. Bupati meminta, kasus ini diusut tuntas hingga ke akarnya.

Pemerintah mengaku kecolongan, karena pengawasan sudah ketat. Apalagi, Satpol PP beberapa kali merazia atau operasi miras di beebrapa kecamatan, termasuk Cicalengka. Namun, tindakan petugas dengan hukuman pidana ringan atau tipiring membuat para penjual miras tidak kapok.

Banyaknya korban jiwa, membuat pemerintah kabupaten Bandung telah menetapkannya kejadian luar biasa atau klb. Pihak rumah sakit kewalahan dengan datangnya korban miras oplosan setiap hari.

Polisi sudah menetapkan tiga tersangka, satu diantaranya masih buron dalam kasus ini. Dua tersangka masing-masing berinisial JS dan HM, sudah ditahan. Keduanya berstatus sebagai penjual miras, sedangkan pria berinisial C masih dpo, karena diduga sebagai pemasok miras ke JS dan HM.

Rezytia Prasaja, Bandung TV.