Gubernur Jawa Barat Apresiasi Danny Setiawan Bandara Kertajati Sangat Istimewa

162

BISNIS BANDUNG- Gubernur Jawa Barat  Aher mengusulkan  Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, diberi nama  KH Abdul Halim,  yang merupakan pahlawan nasional asal daerah tersebut.

“Biasanya berbagai tempat bandara Indonesia dinamai pahlawan setempat. Pahlawan nasional dari Majalengka adalah KH Abdul Halim, saya rasa setuju kalau saatnya nanti diberi nama KH Abdul Halim,” kata Aher saat meninjau ke lokasi pembangunan BIJB, di Kabupaten Majalengka, Senin.

Menurut dia, hingga saat ini belum ada kesepakatan resmi terkait penamaan Bandar Udara Internasional Jawa Barat namun selama ini banyak usulan dari masyarakat terkait nama bandara tersebut.

“Selain usulan dari masyarakat kami juga pernah bertemu dengan tim dari Kemendagri, salah satu tim tersebut berasal dari Sekretaris Militer Kepresidenan. Dia mengatakan bahwa biasanya di berbagai tempat bandara itu dinamai dengan nama pahlawan setempat,” kata dia.

Ia menuturkan sejumlah nama pahlawan nasional yang diabadikan menjadi nama bandara adalah Bandara Internasional Husein Sastranegara dan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Sumatera Selatan.

KH Abdul Halim, lebih dikenal dengan nama KH Abdul Halim Majalengka adalah Pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudoyono Nomor: 041/TK/Tahun 2008 tanggal 6 November 2008.

Beliau merupakan tokoh pergerakan nasional, tokoh organisasi Islam, dan ulama yang terkenal toleran dalam menghadapi perbedaan pendapat antarulama tradisional dan pembaharu  yang lahir di Kabupaten Majalengka,  26 Juni 1887.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan  mengutarakan tentang tiga keistimewaan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka,  yang salah satunya  merupakan bandara  pertama di Indonesia yang dikelola oleh BUMD dan BUMN.

“Bandara ini punya keistimewaan. Yang pertama ini diinisiasi oleh tokoh dan masyarakat Jawa Barat, yang kedua bandara ini adalah bandara di daerah yang paling luas dan besar. Yang ketiga karena ini lahir dari tokoh dan masyarakat Jawa Barat maka bandara ini dimiliki masyarakat oleh BUMD Pemprov Jabar,” kata Gubernur Aher saat meninjau ke lokasi pembangunan Terminal Domestik BIJB, di Kabupaten Majalengka, Senin.

Tampilam muka Bandara BIJB, Majalengka. (Ajat Sudrajat) BUMD milik Pemprov Jawa Barat yang diberi tugas untuk mengelola bandara ini adalah PT Bandar Udara Internasional Jawa Barat sedangkan BUMN-nya PT Angkasa Pura II.

Gubernur Aher mengatakan luas Bandara Internasional Jawa Barat hampir sama dengan Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

“BIJB ini adalah bandara kebanggaan masyarakat Jawa Barat. BIJB hadir sebagai bandara daerah yang paling luas di Indonesia, setelah Soekarno Hatta. Luas BIJB mencapai 1.800 hektare,” kata Aher.

Pada kesempatan tersebut, Aher menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat Periode 2003-2008 Danny Setiawan yang menjadi salah seorang penggagas Bandara Internasional Jawa Barat.

“Saya harus sebut, tentu secara khusus Pak Danny Setiawan sebagai Gubernur Jabar sebelumnya dan teman-teman dari Kadin Jawa Barat. Mereka adalah yang menginisiasi dan merencanakan awal bandara ini hingga mendapatkan izin prinsipnya dari Kemenhub pada saat itu,” kata dia.