Harga Galendo “Galecok” Tatar Galuh Lebih Mahal dari Minyak Kelapa

71

Melakukan perjalanan ke Tatar Galuh Ciamis selalu penuh dengan romantika,salah satu wilayah di Priangan timur ini kaya akan berbagai potensi sumber daya alam.

Masyarakat Ciamis sadar betul akan kekayaan sumber daya alamnya oleh karena itu sebagian besar mata pencaharian penduduk memanfaatkan hasil sumber daya alam. Pada masa lalu Ciamis merupakan daerah penghasil kelapa terbesar di Jawa Barat.

Adalah Raden Adipati Aria Kusumahdiningrat atau yang dikenal sebagai Kanjeng Prabu, Bupati Ciamis (tahun 1839 – 1886)menjadi sosok bupati yang berjasa mengembangkan kelapa dan menjadi produsen kelapa terbesar di Jawa Barat .

Pemanfaatan buah kelapa yang paling banyak digunakan oleh masyarakat , dijadikan bahan baku minyak kelapa.  

Ampas bekas proses pembuatan minyak kelapa cukup banyak, akhirnya ampas itu dijadikan sebuah panganan ringan yang bernama galendo. Pada awalnya galendo merupakan hasil sampingan karena produk utamanya ialah minyak kelapa (dikenal dengan nama minyak kletik).

Namun karena rasanya yang manis serta gurih, galendo dimanfaatkan sebagai penganan.  Bahkan untuk saat ini, malah kondisinya menjadi terbalik, harga  galendo  lebih mahal dari minyak kelapa.

Galendo diproduksi dengan cara merebus santan kelapa di atas wajan besar hingga mendidih sampai airnya menguap habis dan tersisa berupa serbuk kecoklatan.  Biasanya proses ini memakan waktu lama  Tergantung banyaknya santan yang dimasak.

Serbuk kecoklatan yang tersisa kemudian dipress untuk memisahkan minyak dengan ampasnya. Minyak yang dihasilkan itulah yang disebut minyak kletik, sedangkan ampasnya disebut galendo.

Dalam perkembangannya, selain dijual dengan rasa original atau asli, kini galendo juga divariasikan dengan makanan lain.

Misalnya, dikombinasikan dengan coklat sehingga menghasilkan rasa dan nama yang unik ; galecok, atau galendo coklat (galecok dalam bahasa sunda berarti ngobrol dengan akrab) Atau ada juga galendo yang dikombinasikan dengan rasa stowberi dan lainnya. Meski begitu, konon pembeli lebih menyukai rasa yang original.

Galendo enak dinikmati dengan secangkir teh panas atau kopi pahit. Selain itu bisa pula dicocolkan pada gula putih. Bukan hanya sebagai cemilan saja , galendo bisa juga di buat sebagai bahan kue di campur dengan bahan bahan lainnya.

Galendo saat ini telah menjadi kuliner khas Ciamis,belum lengkap rasanya berkunjung ke Ciamis tanpa membawa buah tangan berupa Galendo.

Untuk mendapatkan galendo cukup mudah, selain di pasar pasar tradisional Ciamis,beberaapa sentra oleh oleh di kota Ciamis kerap menjajakan produk ini.

Bahkan di kota kota lainnya di Jawa Barat galendo sudah cukup mudah di temui karena para pengrajin di Ciamis sudah memasarkan produknya ke berbagai daerah.

Kemasan galendo dibuat dari anyaman bambu, membuat galendo semakin unik.Kisaran harga galendo cukup bervariasi tergantung dari kualitasnya biasanya para penjual mematok mulai seharga Rp 55.000/kilogram.

(E-001) ***