Macet, Banjir, dan Ekonomi Jadi Sorotan

67

Komisi Pemilihan Umum Kota Bandung menggelar debat publik kedua Pilwalkot Bandung 2018, di salah satu hotel di Kota Bandung, Minggu malam.

Debat kali ini mengambil tema tahu masalah dan tahu solusi. Ketiga paslon yang mengikuti debat, beradu gagasan tentang persoalan yang dianggap krusial di Kota Bandung, salah satunya kemacetan.

Komisi Pemilihan Umum Kota Bandung menggelar debat publik kedua pilwalkot Bandung 2018, di salah satu hotel di Kota Bandung, Minggu malam. Debat kali ini mengambil tema tahu masalah dan tahu solusi.

Ketiga paslon yang mengikuti debat, yakni Nurul Arifin-Chairul Yaqin, Yossi Irianto-Aries Supriatna, dan Oded M Daniel-Yana Mulyana, beradu gagasan tentang persoalan yang dianggap krusial di Kota Bandung, mulai dari kemacetan, banjir, ekonomi, dan kesehatan.

Untuk kemacetan, Nurul-Chairul Yaqin menawarkan solusi jangka pendek dan panjang, melalui kolaborasi dengan kepala daerah di sekitar Bandung Raya.

Sedankan Yossi-Aries akan memberikan edukasi dan pesan moral kepada masyarakat agar tidak membuang sampah ke aliran sungai, dan solusi banjir pengolahan air terpadu dari hulu ke hilir.

Dan Oded M.Daniel-Yana Mulyana, akan menekan kesenjangan ekonomi dengan memperbesar dan mempermudah akses bagi wirausaha baru di kota kembang.

Menurut ketua KPU Kota Bandung, Rifqi Alimubarok, dalam debat kedua ini, warga Kota Bandung dapat mengetahui persoalan Kota Bandung, dan yang akan diselesaikan pasangan calon.

Acara debat kali ini punĀ  berjalan aman dan lancar dan dihadiri pendukungnya masing masing. Debat kali ini dibagi tujuh segmen, dan berlangsung meriah.

Setiap paslon pun berjanji untuk menciptakan kampanye yang bersih di sisa masa kampanyenya.

Yuwana Kurniawan, BandungTV.