Perjalanan dari Anahiem California ke Alaska Bison dan Beruang Tiduran di Jalan Raya

66

Melakukan perjalanan menggunakan sepeda motor sejauh kurang lebih sejauh 14.000 kilometer , membutuhkan stamina atau kekuatan phisik yang mumpuni , selain kekuatan mental .

Saya bersama dokter Yacobus dan Shanto , masing-masing menggunakan “kuda besi” Harley Davidson berselinder 1500 CC , memulai melakukan petualangan dari daerah pegunungan Kota  Anaheim California menuju Mesquite Nevada  sejauh 343 mil ( kurang lebih 700 kilometer) di kota ini kami menginap semalam.

Keesokan harinya , petualangan kami berlanjut ke Rawlins Wyomimg meneluri gunung batu dan hutan pinus , dengan jarak tempuh  lebih dari 1.000 kilometer . Dari Rawlins Wyoming menuju Rapid City (South Dakota .  Di Rapid City menginap dua malam , sebelum melanjutkan perjalanan menuju ke Montana .

Dalam perjalanan  ke Montana , kami diterpa badai salju . Hingga harus menurunkan kecepatan laju kendaraan yang dikendarai dengan sangat hati-hati . Saat melintas di daerah perdesaan (Williston North Dakota) , kami harus melintasi jalanan tanah berbatu (country) kira-kira sejauh 200 kilometer .

Tidak hanya sebatas itu , kami juga terpaksa harus melanjutkan perjalanan di tengah hujan badai dengan laju kendaraan yang bisa dipacu antara 40 – 50 km/jam karena posisi kami berada di tengah hutan dan padang rumput yang jauh dari perkampungan penduduk (sangat jarang perkampungan) dan sangat tidak diperkenankan berhenti di kawasan ini karena banyak satwa liar. Tiba di sebuah kota kecil Plentywood (Negara Bagian Montana) sekitar pukul 02.00 dinihari .

Di kota yang dikenal banyak binatang liar , seperti srigala ,  beruang dan bison  , kami menginap  setelah melakukan perjalanan  jauh yang cukup melelahkan .

Sejak memulai perjalanan dari Anahiem California sampai Plentywood , kami belum  menyantap makanan pokok “urang Jawa Barat” yakni nasi  karena tidak ada yang menjualnya. Selama petualangan  , kami makan chinese food , berupa sayuran dan semacam tahu , menghindari makanan berbahan daging .

Pagi hari dari Plentywood, kami melanjutkan perjalanan menuju Moose Jaw . Lagi-lagi dalam perjalanan sejauh kurang lebih 300 kilometer , kami tidak bisa mempercepat laju motor karena melintasi jalanan tanah.

Di  kota yang sudah masuk wilayah Kanada ini , kami rehat semalam , sebelum keesokan harinya    menuju ke Prince Albert .

Dari Prince Albert  diteruskan  ke  Big River , wilayah  perdesaan  yang  memilki suhu udara antara 9 – 10 derajat celsius , jaraknya sekira 520 kilometer dari Prince Albert. Berlanjut ke Fort Lake , kota kecil  kira-kira sebanding dengan Kota Sumedang Jawa Barat.

Selama di kota kecil yang memiliki suhu udara antara 3 – 5 derajat cilcius , saya mengantisipasinya dengan banyak makan vitamin , selain empat rangkap pakaian , mulai jaket kulit , rompi , sweeter dan lainnya , termasuk dua rangkap sarung tangan .  Salju yang menempel di jok bagian belakang motor  , membeku menjadi bongkahan es (jadi seperti penjual es batu) .

Bison tiduran di ruas jalan

Suhu dingin , Alhamdulillah tidak sampai membekukan bahan bakar . Walau untuk menghidupkan mesin motor pada pagi hari agak susah. Selama berpetualang di wilayah Kanada , banyak  melintas daerah pegunungan berisi pohon pinus dan padang rumput.

Umumnya penduduk perkampungan di Kanada bermatapencaharian pada sektor usaha agribisnis  ,  petani jagung , kedelai dan buah-buahan.  Warga perkampungan di Kanada , jumlahnya  paling banyak sekira 1.000 orang , masih sedikit bila dibandingkan dengan jumlah penduduk perkampungan di negeri kita.

Dari kota kecil Fort Lake , petualangan berlanjut menuju  ke kota Dawson Creek (Negara Bagian British Columbia) sejauh 766 kilometer dengan waktu tempuh sekira enam jam. Dengan laju kecepatan kendaraan yang diperbolehkan maksimal 120 km/jam .

Setelah menginap di Dawson Creek , berpetualang menggunakan sepeda motor mengarah ke  Fort Nelson , menyebrang menggunakan kapal ferry, diteruskan ke kota Tood Driver (790 km) , daerah pegunungan salju dengan suhu udara  1- 4 derajat celsius , bahkan tiupun angin bisa menjadikan suhu udara minus 1 derajat celsius  yang meresap sampai ke tulang , walau sudah menggunakan beberapa rangkap pakaian.

Beristirahat di kota Muncho Lake BC , kemudian menuju kota Beaver Creek Yukon sejauh 1.156 kilometer . Perjalanan menuju Beaver Creek Yukon melewati hutan yang menjadi habitat  beruang dan bison.

Tidak jarang , kita harus menghentikan kendaraan atau menurunkan laju kecepatan , karena di tengah jalan ada bison atau beruang yang sedang tiduran atau  sedang melintasi jalan.

Namun keberadaan satwa liar  yang tiduran di ruas jalan menjadi sebuah hiburan tersendiri ,  menjadi obat rasa lelah kami bertiga.

Di beberapa kota yang saya lalui dan singgahi  dengan ruas jalan yang lebar   dan disiplin pengemudi , bukan kemacetan lalu lintas kendaraan yang menjadi penghambat.

Tapi keberadaan satwa liar  yang tiduran di ruas jalan. Perjalanan selanjutnya dari Beaver Creek  menuju Fairbanks Alaska sejauh 479 kilometer di tengah hujan deras  dengan suhu udara minus 2 derajat celsius.

Di daerah ini , lagi-lagi jok motor jadi bongkahan es batu. Sesampai di kilometer 0 kota Fairbanks , perjalanan dihentikan selama dua hari karena cuaca buruk yang tidak memungkinkan perjalanan dilanjutkan. Setelah dua hari berada di Fairbanks , berlanjut ke Anchorage Alaska sejauh 542 kilometer.

Kota paling ujung di Alaska ini dikelilingi gunung es dan danau dengan jumlah penduduk sangat sedikit. Anchorage merupakan kota pertambangan  yang menjadi matapencaharian penduduknya.

Di daerah yang memiliki udara bersih ini ,kami beristirahat selama dua hari dan bisa makan nasi , karena banyak rumah makan milik orang Fhilipina dan Thailand.

Kota Anchorage , menjadi kota terakhir yang kami kunjungi dan kembali ke Beaver Creek dengan waktu tempuh selama 10 , empat kali berhenti untuk mengisi BBM dan singgah di rumah makan.

Dari Beaver Creek  menuju  Seatle Washington , mungkin perjalanan paling jauh yang kami tempuh, kurang lebih sejauh 2.994 kilometer ,  disini menginap selama 3 hari. Kembali ke Indonesia dari San Fransisco . (Dudi Suhandi ) ***