Peuyeum Bendul Sebuah Inovasi Sajian Makanan Berbahan Singkong

41

Penganan kuliner Jawa Barat cukup beragam,setelah beberapa waktu lalu Mandalawangi melihat proses pembuatan tape ketan di Kuningan , perjalanan kali ini masih akan bergelut dengan tape,bedanya kali ini tentang tape singkong.

Sentra industri penganan ini berlokasi di wilayah Purwakarta.Tape singkong maupun tape ketan merupakan dua kuliner khas dari tanah Pasundan,keberadaannya sudah ada sejak lama.

Perjalanan panjang tape dari makanan rumahan hingga menjadi oleh- oleh khas. ternyata ada hubungannya dengan mobilitas penduduk sesuai dengan perkembangan jaman .

Kawasan jalan Bendul sejak tahun 1970-an menjadi sentra pembuat tape singkong. Keberadaan pembuat tape singkong di daerah ini karena daerah Bentul merupakan penghasil singkong.

Dalam perjalanan , sebelum memasuki Kota Purwakarta , kita bisa melihat penjual tape singkong menjajakannya di kios-kios di sisi kiri dan kanan jalan raya.

Hampir sepanjang 2 kilometer para penjual menggantungkan tape singkong  dalam etalase.Uniknya tape singkong yang dijual disini dijajakan tanpa di potong ,  satu buah singkong  langsung dibuat menjadi tape.

Para penjual tape i mengatakan,selain dijajakan di tempat ini,tape singkong khas Bendul  dijual ke beberapa daerah.Oleh karena itu tidak mengherankan di sentra oleh- oleh di luar Purwakarta kita bisa melihat tape singkong ini.

Kami cukup beruntung bisa menyaksikan langsung mereka membuat tape singkong atau peuyeum . Langkah pertama pembuatannya , singkong dikupas kulitnya . Potong singkong yang telah dikupas sesuai keinginan,cuci hingga bersih.

Sambil menunggu singkong kering, masukkan air ke dalam panci sampai kira – kira terisi seperempatnya , panaskan sampai mendidih.Setelah air mendidih masukan singkong ke dalam panci , kukus hingga singkong ¾ matang.

Setelah matang, angkat singkong yang telah ¾ masak , selanjutnya taruh di wadah, kemudian dinginkan sambil dikipas – kipas. Wadah itu berupa baskom yang bawahnya dilapisi daun pisang.Setelah singkong benar – benar dingin, masukan singkong ke dalam wadah , taburi dengan ragi yang telah dihaluskan dengan menggunakan saringan.

Singkong yang telah diberi ragi ini kemudian ditutup kembali dengan daun pisang dan harus benar – benar tertutup agar mendapatkan hasil yang maksimal.Setelah singkong ditutupi dengan daun pisang, diamkan selama 1-2 hari hingga sudah terasa lunak dan manis.

Saat itulah singkong telah menjadi tape. Perlu diperhatikan bahwa pencucian singkong harus dilakukan dengan benar-benar bersih untuk menghasilkan peuyeum yang rasanya manis. Kalau tidak bersih, peuyeum akan terasa asam.

Selain dijual dalam bentuk tape,oleh – oleh dari kawasan Bendul yang masih berbahan baku tape singkong adalah colenak. Tape (peuyeum-Sunda) yang di bakar  menggunakan bara arang , ditambah varian rasa yang terbuat dari gula merah dicampur parutan kelapa dan varian . Colenak = “dicocol enak”, nikmatnya disantap bersama air teh panas. (E-001) ***