BAWASLU Prediksi Pelanggaran Marak Jelang Pencoblosan

23

Semakin dekatnya waktu pencoblosan pilkada serentak 2018, badan pengawas pemilu Republik Indonesia meminta masyarakat lebih berperan aktif dalam mengawasi aktivitas kampanye pasangan calon kepala daerah, yang tengah berkontestasi di ajang pilkada serentak 2018.

Pada masa mendekati pencoblosan, pelanggaran diindikasikan akan semakin marak dilakukan tim pemenangan maupun pendukung masing-masing paslon.

Semakin dekatnya waktu pencoblosan pilkada serentak yaitu 27 juni 2018, badan pengawas pemilu atau bawaslu Republik Indonesia meminta masyarakat lebih berperan aktif, dalam mengawasi aktivitas kampanye pasangan calon kepala daerah, yang tengah berkontestasi di ajang pilkada serentak 2018.

Mendekati masa pencoblosan, bawaslu mencium indikasi pelanggaran akan semakin marak dilakukan baik oleh tim pemenangan, pendukung, maupun simpatisan masing-masing pasangan.

Hal tersebut disampaikan anggota bawaslu Republik Indonesia, Fritz Edward Siregar, usai membuka kegiatan sosialisasi partisifatif pemuda pemudi lintas agama yang digelar bawaslu jabar di kota Bandung.

Fritz mengatakan, biasanya puncak pelanggaran akan terjadi dua pekan sebelum hari tenang.

Jika menemukan pelanggaran, masyarakat diharapkan segera melaporkannya ke bawaslu atau medsos terkait, yang telah bekerja sama dengan bawaslu.

Sementara itu, untuk mengantisipasi pelanggaran terutama di media sosial, bawaslu telah bekerjasama dengan seluruh media sosial, seperti instagram, twitter, maupun facebook. Bawaslu pun diberi akses untuk menghapus berita-berita yang menyebar kebencian, menghina, atau hoax.

Yuwana Kurniawan, Bandung TV.