Tips Agar Terhindar dari Malware, WannaCry, dan Cryptojacking

99

POPULASI Indonesia yang mencapai lebih dari 260 juta membuka peluang besar bagi berkembangnya ekonomi digital.

Internet dapat mengoptimalkan kehidupan seseorang, tapi yang harus dipahami adalah keamanan di internet sangat rentan dan berisiko pencurian data.

“Cybercrime berubah dari tahun ke tahun. Di Indonesia terjadi cryptojacking, serangan siber yang meningkat dan yang paling menghebohkan adalah wannacry,” ucap Andris Masengi, Country Manager Symantec Indonesia, Jumat (13/4/2018) di Jakarta.

Diperlukan pemahaman yang cukup mengenai internet karena di internet ada orang-orang yang memakai kecerdasannya untuk mencari untung dengan merugikan orang lain.

Agar terhindar dari hacker jahat, Berikut lima langkah yang bisa Anda lakukan untuk melindungi diri berdasarkan laporan tahunan Internet Security Threat Report (Laporan Ancaman Keamanan Internet) dari Symantec.

  1. Perhatikan Password

Gunanya password adalah mencegah orang-orang berkepentingan jahat membuka data pribadi kita.

“Sering ganti password kalau beli wi-fi router atau perangkat Internet of things (IoT) karena crypto hacking memiliki daftar standar password dari masing-masing brand,” ucap Andris.

Maka rajinlah mengganti password di komputer, smartphone, atau WiFi. Jangan pakai “password123” atau password yang disediakan otomatis dari produk yang dibeli.

Andris juga mengingatkan agar tidak memakai password yang sama di semua platform dan perangkat yang Anda pakai.

  1. Selalu Update Sistem

Update sistem selalu diiringi dengan tambahan keamanan. Para hacker jahat selalu mencari kelemahan di setiap sistem agar bisa dibobol untuk berbagai kepentingan.

Para white hat hacker (hacker baik) pun terus berusaha meningkatkan ketahanan sistem. Inilah mengapa update sistem itu penting, sebab sistem yang lama mungkin kelemahannya sudah ditemukan hacker jahat.

Jadi harus rajin meng-update sistem perangkat Anda, mulai dari anti-virus hingga sistem operasi.

  1. Cermat Berkomunikasi di Internet

Pernahkah Anda mendapat pesan bahwa ponsel pintar Anda sudah di-hack? Biasanya ponsel pintar akan bergetar dan di layar muncul berisi perintah untuk mengunjungi sebuah situs.

Itu adalah salah satu bentuk malware yang dikenal dengan nama spear phishing yang bertujuan menjebak pengguna secara psikologis. Bila itu terjadi, jangan Anda klik isi pesan tersebut karena biasanya berisi virus.

Hal tersebut bisa juga terjadi di PC atau laptop. Jangan lupa untuk selalu update anti-virus di perangkat Anda.

  1. Back-up data

Back-up data atau bahasa sederhananya sediakan cadangan data, baik dokumen, foto atau berkas penting lainnya. Tujuannya agar Anda bisa memiliki data cadangan meskipun data Anda hilang karena virus.

Caranya bisa dilakukan secara online atau offline. Cara online bisa Anda lakukan lewat layanan Dropbox atau Google.

Bisa juga dilakukan secara offline seperti memasukan data ke flashdisk atau hard disk cadangan.

  1. Terus Ikuti Info Terbaru

Sebagai tambahan, rajin-rajinlah mengikuti informasi mengenai kejahatan siber agar memiliki kesadaran terhadap bahaya serangan siber.

Contohnya, sekarang sedang muncul serangan cryptojacking, yaitu menginfeksi perangkat seseorang untuk memproduksi uang digital, sehingga perangkat akan semakin lambat.

Maka, sering-seringlah mengikuti informasi tentang masalah keamanan perangkat dan virus. (C-003/Isk)***