Empat Hal Penting Sebelum Melakukan Modifikasi Motor Bergaya Retro

237

Modifikasi bergaya klasik sedang menjamur saat ini. Berbagai aliran modifikasi seperti Cafe Racer, Chooper, Tracker, Japan/Europe Style, dan Scrambler menjadi pilihan bagi mereka yang ingin tampil beda.

Bagi Anda yang tengah mempertimbangkan untuk memodifikasi sepeda motornya, ada baiknya memahami sejumlah hal. Tujuannya jelas, agar hasilnya  lebih maksimal dan tidak membuat kecewa.

“Pemilik kendaraan harus sudah punya segala persiapan sebelum memutuskan untuk ngoprek, jangan asal mengikuti tren. Bukan apa-apa, dikhawatirkan nanti pemilik kendaraan malah menyesal karena memutuskan untuk modif motornya. Karena modif retro klasik ini modifnya cukup ekstrem, ada komponen yang dipangkas dan komponennya banyak yang diubah, biaya modifnya juga tidak murah,” papar Nolavander selaku pemilik lapak modifikasi Central Classic Motor.

Tentang hal ini, Nola memaparkan empat hal yang harus diperhatikan sebelum memutuskan merombak tunggangan motor bergaya retro klasik adalah :

  1. Pahami jenis motor yang sesuai untuk modif berkonsep retro klasik

Perlu diketahui, tidak semua jenis motor bisa dijadikan objek modifikasi ala retro klasik. Untuk mengusung konsep ini, biasanya  motor-motor yang empuk dijadikan sasaran adalah motor-motor sport touring seperti Yamaha Scorpio, Yamaha V-Ixion, Suzuki Thunder, dan Honda Tiger.

“Untuk hal ini, bukan berarti motor-motor diluar motor sport touring tidak bisa dijadikan objek, karena pertama kami harus sesuaikan rangkanya. Kalau motor bebek atau motor matik mau dijadikan seperti retro klasik cukup sulit karena dari segi rangkanya saja sudah berlawanan, jadi jangan sampai salah kaprah untuk hal ini,” jelas Nola.

  1. Kalau tidak punya bahan, jangan gegabah dalam mencari

Menurut Nola, poin ini menjadi hal yang perlu di-highlight sebelum kamu memutuskan untuk memodifikasi kuda besi.

“Fenomena yang terjadi, biasanya orang-orang yang tidak memiliki bahan untuk modif akan menyasar pasar motor bekas, jarang ada orang yang sampai rela membeli motor baru jika tujuannya memang untuk modifikasi,” papar Nola.

Kesalahan cukup banyak terjadi di sini, saat orang mencari motor bekas untuk bahan modif. Banyak dari mereka yang terbuai dengan harganya yang murah tanpa mengecek secara mendalam kondisi motornya.

“Karena ini untuk keperluan modifikasi, jangan sampai membeli motor yang murah tapi kondisi mesinnya bobrok,” ungkapnya.

Saran Nola, jangan buru-buru untuk mencari bahan motor modifikasi. Jangan sampai karena untuk dimodifikasi, maka mengabaikan untuk detail-detailnya. Prinsipnya sama saja kalau ingin membeli motor bekas untuk dipakai harian.

Periksa keseluruhan bodi, mencoba menyalakan mesin, kalau bisa dijajal dulu, dan terakhir periksa juga seluruh kelengkapan surat-suratnya.

“Jangan sampai setelah dimodif yang menghabiskan banyak biaya, motornya juga ikut ‘minta jajan’ karena performanya tidak optimal”.

  1. Pikirkan konsep secara matang

Modifikasi ala retro klasik punya banyak konsep yang bisa diikuti. Tentunya setiap aliran punya ciri khasnya sendiri. Ada baiknya, kamu melakukan riset terlebih dahulu untuk konsep yang akan diusung.

Di sisi lain juga bisa mendiskusikan hal ini kepada para modifikator yang memang andal di bidang ini. Hal ini cukup penting diperhatikan, mengingat biasanya pihak bengkel modifikasi akan mengikuti apa yang sang pemilik motor kehendaki.

Jangan sampai, hanya karena tanpa konsep yang matang, membuat motor malah tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan sebelumnya.

  1. Persiapkan budget khusus

Boleh dikatakan menyulap tunggangan bergaya retro klasik tidaklah murah. di Central Classic Motor sendiri, kisaran harga yang mereka miliki untuk satu proyek modifikasi bergaya retro klasik adalah Rp 8-15 juta.

Dari harga itu, konsumen sudah bisa mendapatkan paketan komplit untuk mengubah tunggangan berkonsep retro klasik, seperti bagian kaki-kaki, seluruh bagian lampu, tangki, knalpot, jok dan komponen lainnya yang mendukung konsep ini.  (E-002)***