Bappenas: Investor Butuh Mitra Lokal untuk Berinvestasi

57

PEMERINTAH terus aktif menawarkan proyek-proyek infrastruktur strategis ke pasar global.

Penawaran dilakukan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam acara Annual Investment Meeting (AIM), di Dubai World Trade Centre, pada 9-10 April 2018.

Bambang Brodjonegoro mengatakan, dalam acara forum AIM, sejumlah investor dari belahan dunia menanyakan secara detail beberapa proyek infrastruktur di Tanah Air. Menurut dia, ada dua hal penting yang menjadi perhatian investor global.

“Instrumen finansial dan organisasi yang ada di Indonesia dinilai memadai untuk menarik investor asing,” kata Bambang dikutip BB dalam keterangan resminya, Minggu, 15 April 2018.

Bambang menekankan, selama ini investor yang masuk ke Indonesia merupakan korporasi yang secara finansial kuat dan sudah punya pengalaman.

Dengan pendekatan baru dalam infrastruktur dan pembangunan kawasan, menurutnya sejumlah investor penasaran dengan informasi yang memadai tentang berbagai proyek.

Kemudian, dia menambahkan, para investor global juga membutuhkan mitra lokal sebagai mitra kerja. Kata Bambang, dalam konteks ini, pemerintah perlu segara memfasilitasi dengan memberikan respons saat para investor menanyakan mitra lokal yang bisa diajak bekerja sama.

Perlunya mitra lokal karena pengetahuan tentang peluang investasi di Indonesia masih jadi masalah. Untuk itu, Bambang berharap ketika berpromosi investasi, semua pihak sudah memiliki data mitra lokal yang bisa diajak berbisnis dalam berbagai proyek.

Potensi Lebih Jelas

Ia mengingatkan peran mitra lokal yang potensial lebih jelas dibandingkan dengan birokrat atau pemerintah dalam investasi.

“Mitra lokal telah menjadi kebutuhan dalam menjalin komunikasi dengan calon investor. Beberapa korporasi meminta agar mitra lokalnya adalah BUMN,” ujar Bambang.

AIM merupakan suatu forum investasi internasional yang diselenggarakan atas prakarsa Menteri Ekonomi Uni Emira Arab.

Dalam ajang AIM ke-8, tema yang diusung adalah ‘Linking Developed and Emerging Markets through FDI: Partnerships for Inclusive Growth & Sustainable Development’ dan bertujuan untuk mempromosikan strategi dalam menarik investasi asing.

Dalam Forum AIM dihadiri oleh perwakilan pemerintah dan investor dari negara-negara Asia, Eropa, Afrika, dan Amerika, Menteri Bambang menjadi pembicara pada sesi 8 bertajuk “Public Private Partnership for Public Infrastructure Development” dan  memaparkan peluang investasi di Indonesia.

Dalam paparannya, mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia berada pada peringkat 15 dalam perekonomian dunia. Berdasarkan sumber dari PricewaterhouseCoopers (PWC).

Indonesia berada di peringkat ke-4 dalam perkembangan infrastruktur. Indonesia juga masuk dalam 3 besar negara tujuan investasi yang menarik di Asia.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup tinggi dan stabil mencapai 5,4 persen pada tahun 2018. “Hingga sekarang, realisasi investasi United Arab Emirates di Indonesia berada di peringkat ke-27, yang meliputi sektor pertanian, perhotelan, transportasi, kawasan industri, dan telekomunikasi,” tutur Bambang. (C-003/bbs)***