Industri Kreatif Bandung Maju Pesat

38

INDUSTRI kreatif di Kota Bandung tumbuh lebih signifikan dibanding kota-kota lainnya.

Selain memiliki sumber daya manusia yang baik, berbagai sarana pun hadir di Bandung. Pemerintah daerah juga menaruh perhatian besar terhadap sektor tersebut.

Ketua BPP Himpunan Pengusaha KAHMI Kamrussamad menyampaikan hal itu dalam dialog Himpunan Pengusaha KAHMI Jawa Barat yang dihadiri Presidium KAHMI Jawa Barat, Sukmana dan Sekretaris Sukim, serta 22 Pengurus Majelis Daerah KAHMI se-Jawa Barat.

“Sektor industri kreatif di Jawa Barat terus tumbuh setiap tahunnya. Meski belum maksimal, pertumbuhan tersebut bisa tercapai karena adanya dukungan sarana dari pemerintah setempat. Salah satunya dengan membangun Pusat Pelaku Industri Kreatif (Bandung Creative Hub),” kata Kamrussamad.

Sarana tersebut, lanjut Kamrussamad dinilai cukup menunjang industri kreatif, karena di dalamnya terdapat fasilitas studio inovasi, fesyen, teknologi komunikasi dan informasi, musik dan foto. “Bandung bisa menjadi silicon valley-nya Indonesia,” tambahnya.

Dari Sumatra Selatan, Pemerintah Kota Palembang telah menyiapkan pasar kreatif yang dikhususkan untuk masyarakat. Para pelaku dari golongan UMKM telah dibina untuk membuat pernak-pernik khas daerah.

“Kami bina dulu agar mereka bisa membuat cinderamata khas Palembang. Misalkan, suvenir berbahan songket atau miniatur Ampera,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Palembang, Raimon Lauri AR.

Adapun lokasi pasar kreatif tersebut nantinya ada di beberapa titik yang menjadi tempat kunjungan para wisatawan mancanegara dan domestik, seperti kawasan Ampera dan Pasar 26 Ilir.

Selain itu, untuk memudahkan para turis yang datang, Pemkot Palembang juga membuat website Tourism Service Center yang berisi tempat destinasi wisata di ‘Bumi Sriwijaya’. (C-003/bbs)***