Majalengka – Mekah Semakin Dekat , Oleh : RITA MUHROM

22

JANUARI 2016, Presiden Joko Widodo meletakkan tiang pertama pembangunan Bandar Udara Internasional Jawa Barat  (BIJB) Kertrajatki, Majalengka. Kemarin, 17 April 2017, Presiden berkunjung lagi ke BIJB.

Pada kunjungan tersebut, Presiden menyatakan, BIJB sudah siap untuk menerbangkan sebagian calon jemaah haji dan para pemudik udara, Ramadan mendatang.

Dipastikan, tanggal 24 Mei 2018 Jokowi akan datang lagi ke BIJB, meresmikan penggunaan bandara terbesar kedua setelah Bandara Soekarno-Hatta itu.

Presiden tampak sangat senang ketika meninjau bandara tersebut.Pembangunan bandara itu, menurut Presiden Joko Widodo, dapat menjadi model pembangunan infrastruktur lain di mana pun.

”Saya senang Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pemerintah pusat, dan swasta bisa bergabung. Pengerjaannya cepat sekali,” ujar Prersiden.

Tanggal  24 Mei 2018 itu perlu dicatat. Masalahnya, tanggal tersebut akan menjadi tanggal amat bersejarah bagi penerbangan Indonesia, Jawa Barat, dan khususnya Majalengka. Kita berharap, tanggal tersebut tidak berubah lagi.

Amat sering target penyelesaian sebuah proyek besar di Jawa Barat, tidak tepat. Lebih sering molor daripada tepat waktu.

Bendung Jatigede, Tol Cisundawu, Tol Bocimi, Tol Cileunyi-Tasikmalaya,  Ketreta Cepat Jakarta-Bandung, dan lain-lain, menghabiskan waktu bertahu-tahun bahkan berpuluh tahun untuk sampai pada tanggal peresmian.

Masalah utama yang menghambat penyelesaian proyek itu (sperti pernah ditulis pada rubrik ini) adalah pembebasan lahan. Pembangunan Bandara Kertajati juga tidak tetrebas dari masalah lahan tersebut.

Ada beberapa titik lahan yang penyelesaian akadnya mengalami keselitan. Landas pacu yang seharusnya 3.000 meter, sekarang yang sudah siap baru 2.500 meter. Pembuat bandara itu pasti tahu jauh-jauh hari, landas pacu pesawat Boeing 777 paling aman  harus memiliki panjang 3.000 meter.

Mengapa tidak sejak awal disiapkan sepanjang itu? ”Penambahan 500 meter lagi akan mulai dibangun Mei 2018 dan akan dapat dioperasikan bulan Oktober 2018,” kata Dirut PT Angkasa Pura II. Artinya butuh waktu enam bulan lagi.

Terlepas dai itu, landas pacu sepanjang 2.500 meter sudah siap digunakan. Pesawat sederajat Boeing 777 sebenarnya dapat mendarat namun butuh kehati-hatian para penerbangnya.

Sebaiknyua pihak BIJB jangan mengambil risiko terlalu besar. Untuk sementara, BIJB sebaiknya tidak menerima pendaratan pesawat seukuran Boeing 777.

Nanti saja setelah landas pacu 3.000 meter benar-benar siap.Yang penting Bandara Kertajati itu sudah dapat dioperasikan dan dipastikan dapat menerbangkan para calon jemaah haji tahun ini.

Sebelum fasilitas haji belum lengkap, baru calon jemaah haji dari Majalengka dan Sumedang yang mendapat kesempatan pertama berhaji dari Kertajati.

Biasanya mereka harus beramai-ramai menuju asrama haji di Bekasi, baru kemudian ke Cengkareng, musdim haji tahun ini hanya butuh waktu beberapa saat saja dari penampungan ke bandara.

Majalangka – Mekah akan terasa semakin dekat. Pada musim mudik tahun ini pun, pemudik dari Jabar tidak harus berdesak-desakan di Bandara Soekanrno-Hatta.

Mereka yang akan menuju Medan, Makassar, Surabaya, Bali, dan Balikpapan dapat menggunakan pesawat yang disediakan enam maskapai untuk penerbangan domestik.

Pembangunan sektor darat masih belum selesai seluruhnya karena sektor darat meliputi berbagaki fasilitas umum yang cukup luas dan beragam. Dalam waktu dekat, dimungkinkan para investor akan mulai melirik wilayah Majalengka, khususnya Kertajati.

Permukiman dari yang sederhana sampai apartemen, hotel, restoran, pertokoan, dan sebagainya,merupakan lahan investasi yang menarik. Pemerintah, khusunya Pemprov Jabar, diharapkan segera membangun asrama haji

yang representatif  di Jatiwangi atau di tempat lain yang strategis. ***