Komitmen Pemprov Mudahkan Berusaha

66

BISNIS BANDUNG- Pemprov Jabar senantiasa  menyelaraskan standar pelayanan kemudahan berusaha dengan kebijakan yang dilahirkan dan diperbarui oleh pemerintah pusat. Selain itu terus berkomitmen membuat kebijakan  yang mendukung peningkatan  investasi.

“Kami terus berupaya meningkatkan  kualitas dan kemudahan berusaha,” kata  Sekretaris Daerah Jabar, Iwa Karniwa  dalam Acara Sosialisasi Regulasi Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu  di Jawa Barat Tahun 2018 di Papandayan Hotel, Bandung, baru-baru ini.

Salah satu upaya penyelarasan kebijakan dilakukan setelah diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 91 tahun 2017 tentang Percepatan Pelaksanaan Berusaha untuk menaikkan peringkat ease of doing business atau kemudahan berusaha di Indonesia yang menitikberatkan pada standarisasi, integrasi dan koordinasi pemerintah pusat dan daerah untuk mempermudah proses perizinan.

Dalam peraturan tersebut terdapat integrasi penerapan sistem perizinan yang dikemas dalam Online Single Submission (OSS).  Program tersebut  merupakan integrasi sistem perizinan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kabupaten/kota dan kementerian/lembaga.

”Ini sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan investasi serta kemudahan berusaha dalam membangun perekonomian,” tuturnya.

Sekda menyebutkan  sebagai salah satu bentuk komitmen dan dukungan dalam rangka kebijakan kemudahan berusaha,  Pemprov telah menerbitkan Peraturan Daerah Nomor3 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan PelayananTerpadu Satu Pintu.

“Pak Gubernur juga sudah mengeluarkan Pergub Nomor 1 tahun 2018 tentang Peraturan Pelaksanaan Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), dan Kepgub tentang Satgas Percepatan Pelaksanaan Berusaha,” katanya.

Menurutnya, pokok dari kebijakan yang dituangkan dalam Pergub tentang PTSP menegaskan soal pelayanan perizinan yang kewenangannya mutlak di bawah Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar.

“Termasuk di dalamnya penandatanganan izin yang saat ini sudah menggunakan e-signature untuk percepatan dan penyederhanaan proses kemudahan perizinan,” paparnya.

Upaya ini diakui Sekda membuahkan hasil capaian realisasi investasi PMA maupun PMDN terus mengalami kenaikan setiap tahun. Pada periode Januari-Desember 2017 bahkan melampaui target yang ditetapkan.

“Total realisasi investasi di 27 kabupaten/kota mencapai Rp. 162,7 triliun dengan penyerapan tenaga kerja 297.786 orang dan proyek sebanyak 36.791 proyek,”  katanya.

Sesuai arahan Gubernur, dia meminta agar seluruh dinas yang terkait dengan penanaman modal dan perizinan menghindari praktek korupsi dan suap guna menciptakan iklim kemudahan berusaha yang baik. (B-002)***