4 Tips Aman dari Kejahatan Siber, Tak Cukup Ganti Password

78

KEJAHATAN siber semakin banyak jenisnya. Tahun 2017 saja beberapa ancaman seperti ransomware merajai internet. Selain itu terdapat beberapa kejahatan siber lain yang mengancam pengguna dunia maya.

“Di tahun 2017, beberapa tema utama yang terjadi bahwa coin mining attack itu meningkat luar biasa. Kemudian peningkatan terhadap targeted attack. Ada spike di supply chain attacks. Kemudian mobile malware juga meningkat, yang terakhir malware pemalak (ransomware) mengalami koreksi dari sisi ini,” jelas Country Manager Symantec Indonesia, Andris Masengi.

Ada pula kejahatan Cryptojacking, yang menggunakan perangkat orang lain untuk menambang Bitcoin secara ilegal. Director System Engineering Symantec Malaysia dan Indonesia David Rajoo menyatakan Cryptojacking menjadi ancaman tersendiri keamanan siber. Risiko semakin besar karena si korban terkadang tak sadar perangkatnya sedang dijadikan alat tambang.

Andris memberikan empat tips untuk menghindari kejahatan di dunia maya. Pertama memperbaharui seluruh sistem operasi dan software yang dimiliki. Meski melakukan hal ini, tidak serta merta pengguna aman dari serangan kejahatan siber.

“Enggak ada yang bilang pasti. (Tapi) mengurangi risikonya,” kata Andris.

Langkah lainnya, yakni rajin mem-backup data yang ada di perangkat. Jadi jika terkena seperti ransomware, tidak akan panik karena data yang ada di PC.

Terakhir yang sering diungkapkan adalah mengganti password dari perangkat dan layanan. Seluruh perangkat yang tersambung dengan internet harus diganti password-nya secara berkala. Menurutnya mengganti password secara berkala, akan menjadi perlindungan pertama sebelum terkena kejahatan siber.

Perlu juga membuat password berbeda untuk masing-masing perangkat. Ia menyatakan, banyak orang yang malas membuat beda password, dan lebih memilih menggunakan password yang sama. (C-003/bbs)***