Siap Memperbaiki Atap Oleh Hj. HERYATI

54

”Masyarakat tetap tenang dan jangan

panik. BI selalu adadi pasar untuk menjaga

nilai tukar di batas yang wajar.

upiah dalam kondisi terkendali.”

-Agus DW Martowardojo

GUBERNUR Bank Indonesia, Agus DW MartowarDojo mengeluarkan pernyataan itu di Gerai Promosi Indonesia di Gedung IMF, Wahington DC, Amerika Serikat, Jumat minggu kemarin. Agus berada di AS bersama Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Mereka berada di AS menghadiri pertemuan musim semi IMF.

Seperti dimuat KOMPAS (23/4), Gubernur BI meminta masyarakat tidak panik, berkaitan dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.  Minggu ini, sampai tanggal 22 April, nilai tukar rupiah merosot hingg titik Rp 13.804 perdolar AS. Penurunan nilai tukar rupiah itu merupakan titik terendah awal tahun ini.

Hal itu terjadi sejak minggu pertama April. Kurs rupiah pernah menguat pada minggu kedua April tetapi terus melandai dari Rp 13.747 sampai pada titik Rp 13.804 perdolar AS.

Meskipun demikian, pemerintah, melalui BI meminta masyarakat tetap tenang, tidak  khawatir dan tidak hanya melihat angkanya saja tertapi lihat juga persentase pelemahannya.

Sejak awal sampai tanggal 22 April, rupiah terdepresiasi 0,79% padahal mata uang negara lain ada yang mencapai 3 % bahkan 6%. ”Masyarakat tetap tenang dan jangan panik.

BI selalu ada di pasar untuk menjaga nilai tukar di batas yang wajar. Rupiah dalam kondisi terkendali,” kata Agus DW Martowardojo. Ia menambahkan, Indonesia punya undang-undang yang mengatur transaksi dalam negeri menggunakan rupiah.

Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, antara lain dipengaruhi kebijakan ekonomi AS, ekspektasi kenaikan inflasi yang makin menguat. AS juga menetapkan kenaikan imbal balik surat utang berjangka antara 2,91 – 3,1 persen.

Kenaikan itu mendorong para investor mengalhkan investasinya ke surat utang pemerinrah AS.

Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dapat ditekan dengan meningkatkan nilai ekspor dan meningkatkan kunjungan wisata. Kedua-duanya dapat menarik dolar AS ke dalam negeri.

Di samping itu, pemerintah yakin, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dapat terjaga karena soliditas perekonomian domestik diyakini  mampu menjaga nilai tukar rupiah. Perekonomian domestik akan tetap solid karena ditunjang dengan investasi yang terus menguat.

IMF tetap yakin, Indonesia akan mengalami pertumbuhan ekonomi positif sejak tahun 2018 ini  Pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,3 persen pada tahun 2018 dan 5,5 persen tahun depan. Keyakinan IMF itu tentu saja jangan membuat pemerintah lengah.

Seperti dikatakan Direktur Pelaksana IMF, Christine Lagarde. Sahabat dekat Sri Mulyani itu mengingatkan, matahari bersinar terang namun Indonesia harus waspada, karena bisa terjadi akumilasi awan hitam. Saat ini merupakan waktu paling tepat untuk memperbaiki atap agar siap menyambut hujan datang.

Berbenah agar pertumbuhan ekonomi terus berjalan, antara lain dengan ”memperkuat bantalan fiskal” dan mengimplementasikan reformasi. Proyeksi ekonomi Asia-Pasifik masih akan kuat dan itu merupakan kesempatan menambah kekuatan bantalan fiskal.

Kita berharap bahkan mendorong pemerintah benar-benar siap menghadapi hujan lebat  akibat badai ekonomi yang cukup dahsyat. Pemerintah  siap ”memperbaiki atap”. Ketika hujan badai tiba, kita sudah berada di dalam rumah beratap kuat. (bahan KOMPAS dan media lain)***