Selain Keberhasilan, Ada PR Besar

83

BISNIS BANDUNG- Di penghujung jabatan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan periode kedua (2013-2018)  yang  berakhir  13 Juni 2018  nanti, sejumlah capaian keberhasilan  yang telah diraih, tentunya masih ada sejumlah pekerjaan rumah (PR) besar  yang belum tuntas, sehingga perlu dilanjutkan oleh gubernur yang baru.

Menurut Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jabar, H. Daddy Rohanady, selama memimpin 10 tahun Provinsi Jabar, Gubernur Ahmad Heryawan telah membawa cukup banyak kemajuan pembangunan diseluruh sektor.

Namun bukan berarti, seluruh target yang telah dituangkan dalam RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah) sudah tercapai atau terpenuhi, bahkan di akhir jabatannya masih meninggal sejumlah PR Besar.

Target yang belum terpenuhi yaitu sektor Pendidikan, Kesehatan, Kemiskinan. Adapun PR Besar yang ditinggalkan diantaranya, proyek BIJB, proyek tol Cisumdawu, Bocimi, Soroja, Cigaratas, Pelabuhan Patimban, Proyek Penanganan Sampah Regional (TPAS Legoknangka (Sumedang), Nambo (Bogor), Ciwaringin(Cirebon).

Menurut  Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jabar, Daddy Rohanady yang juga anggota Pansus LPKJ AMJ Gubernur dalam perbincangan dengan wartawan, baru-baru ini, ia hanya bakal menyoroti PR besar yang akan ditinggalkan  Gubernur Aher yang berkaitan dengan mitra Komisi IV (bidang Infrastruktur) saja.

Proyek BIJB Kertajati  segera selesai,  bahkan Presiden  telah memutuskan supaya  Bandara BIJB Kerjati  dipergunakan untuk embarkasi haji 2018. Untuk itu, penyelesaian pembangunan terus dikebut.

Sebenarnya, BIJB Kertajati itu, belum layak dijadikan bandara Internasional, karena panjang landasan Raunway baru ada sepanjang 2.500 meter, sedangkan persyaratannya harus minimal mencapai 3.000 meter.  Jadi masih kurang 500 meter lagi.

Untuk proyek Jalan Tol Cisumdawu, Bocimi, Soroja, Cigaratas sampai saat masih dalam pengerjaan. Walaupun Tol Soroja sudah dioperasionalkan, tapi belum tuntas 100%, karena enterchange di Katapang  masih  dikerjakan.

Sedang Tol Cisumdawu, diperkirakan baru beres di akhir tahun 2019 atau bahkan di awal tahun 2020 karena terkendala masalah pembebasan lahan. Dan Tol Bocimi (Bogor –Cianjur –Sukabumi) kini baru dimulai pembangunannya.

Adapun tol Cigaratas (Cileunyi-Garut-Tasikmalaya) baru memasuki tahap pembebasan lahan, jelasnya.

Untuk proyek Pelabuhan Patimban (Subang), walaupun itu proyek pusat , namun lokasinya ada di Kab Subang-Jabar, tetap saja pemprov Jabar terlibat dalam hal pembebasan lahannya.

Daddy mengatakan,  proyek penanganan sampah regional  TPAS Legoknangka Sumedang, Nambo (Bogor), Ciwaringin(Cirebon), sampai saat ini masih dalam pembangunan dan baru bisa dioperasionalkan pada tahun 2019-2020.

Jadi terpaksa memparpanjang kontrak dengan TPAS Sarimukti di KBB dan Bantar Gebang di Bekasi.

Dalam rapat, Pansus dengan Gubernur telah sepakat  untuk mempercepat penyelesaikan beberapa proyek besar yang belum selesai. “Karena keterbatasan ABPD,bagaimana kalo dana BanGub untuk Kabupaten/kota dikurangi ? “ Tutur Daddy.

Usulan Gubernur Aher ini, merupakan salah satu solusi, namun tentunya perlu dikoordinasikan dengan para Bupati/Walikota dan juga dikonsultasikan ke pusat. Hal ini agar tidak menyalahi aturan/ regulasi.
“Pada prinsipanya, DPRD siap mendorong percepatan pembangunan, asalkan tidak menyalahi regulasi yang ada,” ucapnya.(B-002)***