Hari Tari Sedunia Upaya Melestarikan Seni Tari Tradisional

91

Menyelaraskan hati dengan apa yang ingin dipertunjukan serta harmonisasi mengikuti irama adalah manifestasi dari menari. Mengutip ungkapan Atik Sopandi , bahwa seni tari ialah ekspresi jiwa manusia melalui gerakan ritmis atau ide tertentu.

Menari telah menjadi bagian budaya tidak terpisahkan dari peradaban manusia,apapun bentuk gerakan serta irama yang mengikutinya. Dari berbagai belahan dunia kita bisa mengetahui ada ribuan jenis tarian, baik  tradisional maupun  modern.

Masyarakat dunia memperingati tanggal 29 April setiap tahunnya sebagai hari tari dunia dengan menampilkan keindahan seni tari dari budayanya masing masing.

Hari tari dunia pertama kali dicanangkan pada tahun 1982 oleh lembaga tari internasional CID–Counseil Internasional de la Danse. Tujuannya mengajak seluruh warga dunia berpartisipasi untuk menampilkan tarian-tarian negara mereka yang jumlahnya beragam.

Di tahun 2003, Professor Alkis Raftis yang saat itu menjadi Presiden CID mengatakan, bahwa pelestarian budaya menari masih sangat minim.

Tidak ada lembaga atau organisasi yang mendanai bidang seni  secara memadai, tidak ada pendidikan seni tari, sehingga ketertarikan warga untuk menekuni bidang tari  sangat rendah.Bersama-sama dengan UNESCO, CID menjadi wadah bagi para warga dunia untuk mementaskan pertunjukan tari dari budaya mereka.

Dengan demikian diharapkan semua generasi muda dapat terus melestarikan budaya melalui seni tari. Pada  awal tahun 2007, promosi untuk merayakan Hari Tari semakin gencar dilakukan.

Dengan berfokus pada anak-anak, lembaga tari internasional CID meminta seluruh anak sekolah untuk berpartisipasi dalam lomba menulis esai tentang tarian di negara mereka, melukis bertemakan tari, bahkan lomba menari yang dilakukan di jalanan.

Sejak saat itu, Hari Tari Dunia semakin diapresiasi warga sehingga banyak pertunjukan tari diadakan untuk memeringati hari tersebut. (nationalgeographic.co.id)

Pada tahun ini Indonesia tidak ketinggalan menggelar hari Tari Dunia,setiap kota menggelar kegiatannya masing masing. Di Kota Bandung rangkaian kegiatan hari Tari Dunia di pusatkan pada beberapa lokasi.Salah satu lokasi yang dipakai ialah gedung Yayasan Pusat Kebudayaan di Jalan Naripan.

Sejak pagi hari  di  gedung ini sudah dipenuhi oleh para penari yang lenggak lenggok mengikuti irama.Kemeriahan ini  berlangsung di luar maupun dalam.Para penari dari berbagai daerah unjuk kebolehan di atas pangung dengan desain unik.

Sanggar seni Kusuma Bekasi tidak ketinggalan ikut serta dalam rangkaian kegiatan dengan menunjukan kebolehannya di atas panggung gedung.

Para penari dari sanggar seni Kusuma Bekasi membawakan dua tarian, yaitu tari ayam serta tari kembang samba,kedua tarian dibawakan oleh  anak anak.Dengan antusias anak anak tersebut memperlihatkan gerakan gerakan enerjik mengikuti irama.

Lenggak lenggok anak anak terlihat sangat selaras,menciptakan harmoni indah.Nilai filosofis kedua tarian ini sangat terlihat dari gerakan yang ditampilkan,meskipun cukup sederhana namun kaya makna.

Sanggar seni Kusuma merupakan sanggar seni yang fokus terhadap pembinaan seni tari, murid dari sanggar ini terdiri dari berbagai kategori usia,dengan usia anak anak memiliki porsi paling besar

.Meskipun baru seumur jagung namun sanggar seni ini tidak patah semangat dalam usahanya melestarikan seni tradisi terutama seni tari.Selain mengajarkan tari tarian tradisi,di sanggar yang berlokasi di Kabupaten Bekasi ini diajarkan  berbagai tarian kolaborasi antara tari tradisi dengan tari modern. (E-001) ***