Gembrong Liwet Tradisi Masyarakat Citali Tingkatkan Silaturahmi Jelang Ramadan

68

Penuh semangat dan rasa syukur dalam menyambut bulan suci Ramadan, masyarakat Desa Citali Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang, jelang bulan puasa tahun ini kembali menggelar tradisi “Gembrong Liweut”  bertempat di lapang sepakbola desa setempat. Tradisi turun temurun ini, dilakukan masyarakat setiap tahun dengan memasak nasi liwet dan memakannya secara bersamaan-sama.

Ketua pelaksana gembrong liwet, Ika Wartika mengatakan, gembrong liwet artinya berkumpul sambil makan nasi liwet bersama. Acara gembrong liwet merupakan tradisi masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan.

“Awalnya gembrong liwet ini hanya digelar di tingkat RW saja,  sekarang  berkembang ke tingkat desa dan mendapat respons yang baik dari warga desa,” ujar Ika didampingi Ketua RW setempat Rustandi kepada wartawan.

Ika menambahkan, setiap tahunnya pesertanya gembrong liwet terus bertambah. Bahkan, tidak hanya warga Kecamatan Pamulihan saja melainkan ada masyarakat dari luar kecamatan yang sengaja datang umtuk mengikuti acara ini.

“Gembrong liwet sekarang diikuti sebanyak 29 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 8 orang dan harus memasak nasi liwet sampai matang dan setelah itu dimakan secara bersamaan oleh segenap peserta  dan hadirin yang terdiri dari warga, pamong desa dan aparat keamanan,” tuturnya.

Ika berharap  tradisi gembrong liwet ini tetap lestari, selain menyambut bulan puasa, gembrong liwet ini bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi antar warga . “Saya berharap pada tahun berikutnya tradisi gembrong liwet ini lebih banyak pesertanya dan meriah,”ucap Ika.

Sementara Camat Pamulihan , Hari Tri Santosa yang menghadiri  acara ini menyambut antusias kegiatan yang diselenggarakan warganya  dengan harapan mampu lebih meningkatkan silaturahmi antar warga sekitar Desa Citali dan seluruh warga masyarakat Kecamatan Pamulihan.

“Kita lihat bersama, warga cukup antusias karena kegiatan ini terbilang langka dan kedepan harus lebih meriah lagi,” ujarnya.

Hari menambahkan, dalam menyambut bulan puasa setiap wilayah mempunyai tradisi dengan cara berbeda dan tradisi ini harus terus dijaga  keberadaannya .

“Selain dapat meningkatkan silaturahmi antar warga, juga acara ini menjadi bagian dari ibadah, karena setiap muslim yang bergembira dan semangat menyambut bulan Ramadan akan mendapat pahala,” ungkap Hari.

Salah seorang peserta dari Komunitas Relawan Bencana Riksa Pamulihan, Mahfud Ali menambahkan, kegiatan gembrong liwet  sangat memberikan manfaat bagi masyarakat karena terjalin sebuah komunikasi antar warga yang dapat memperkokoh silaturahmi .

“Kami baru pertama kali mengikuti acara ini, ternyata sangat bagus  dan perlu ada peningkatan agar acara ini bisa menginspirasi masyarakat lainnya,” ujar Mahfud.
Kenapa demikian,lanjutnya , supaya masyarakat terutama di Kabupaten Sumedang bisa lebih antusias dalam menyambut bulan suci Ramadan.

Para peserta tampak semangat memasak nasi dengan menggunakan tungku yang disediakan panitia diiringi lantunan musik tradisional Sunda. Kegiatan berlanjut dengan siraman rohani yang disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren  Darussalam, Ustad Fuadz Ginan Burhanuddin. (E010) ***