Penggunaan Kaca Film Membuat AC Mobil Lebih Dingin

71

Jelang pergantian musim hujan ke kemarau,  cuaca biasanya terasa sangat terik, terutama di siang hari.

Di beberapa kota, suhu udara bisa melebihi 37 derajat celcius. Bisa dibayangkan, betapa panasnya berada di jalan raya. Efeknya, untuk pengguna mobil hembusan AC terasa kurang dingin, tiba-tiba menjadi gerah.

Penggunaan kaca film pada mobil menjadi kebutuhan yang tak terpisahkan. Selain kegunaannya untuk mendongkrak penampilan mobil dan sebagai komponen proteksi, kaca film juga ternyata ampuh membuat kabin terasa lebih sejuk, sehingga mendongkrak kenyamanan saat berkendara.

Tapi tunggu, bukannya kesejukan kabin karena adanya air conditioner atau AC? Lantas apa hubungan kaca film sehingga membuat kabin lebih adem?

Menjawab pertanyaan ini, Technical Support Auto 2000, Agus Mustafa menjelaskan, pengaruh kesejukan kabin dengan kaca film karena material pada kaca film  mampu mengurangi intensitas sinar matahari yang masuk ke dalam kabin.

“Ada pengaruhnya, kalau seperti kaca film kekinian ada UV Protector-nya, jadi enggak langsung tembus ke dalam,” ujarnya.

Beda cerita apabila tidak menggunakan kaca film. Tidak ada tameng untuk menolak atau menyaring pancaran panas matahari, sehingga dengan menghidupkan AC paling dingin dan tingkat hembusan angin paling kencang pun tidak akan membuat kabin sejuk.

Kaca film  bisa membantu performa AC mobil, tapi kalau pendingin udara di mobil tidak dingin mungkin ada masalah. Namun bukan berarti seluruh produk kaca film memiliki kemampuan yang sama, tergantung jenis dan spesifikasi kaca film yang digunakan.

Kaca film yang baik dapat memantulkan panas, sehingga pengunaan AC secara minim pun tetap membuat kabin terasa adem.

“Tapi harus melihat kualitas dari si kaca filmnya juga. Kalau kaca film sekarang sih kebanyakan karena sudah dilengkapi dengan UV Protector yang memang fungsinya bisa meredam panas,  membuat rasa AC semakin dingin,” tutur Agus.

Untuk kaca depan, sebaiknya menggunakan kaca film dengan range 20  persen dan maksimal 40 persen saja. Utamanya kaca depan itu harus memberikan visibilitas yang sempurna saat berkendara.

Tapi untuk di bagian samping, sebaiknya pemilik kendaraan menggunakan kaca film yang lebih gelap. Bagian samping lebih gelap, namun tetap saja batas maksimalnya hanya 60 hingga 80 %.

Rekomendasi batas maksimal penggunaan kaca film  memberikan visibilitas yang maksimal walau kaca filmnya lebih gelap, tapi tetap nyaman saat digunakan pada malam hari atau dalam kondisi hujan deras.

“Jadi sebaiknya jangan abaikan batas rekomendasi penggunaan kaca film agar tetap memberikan kenyamanan dan keselamatan berkendara,” ujar Agus. (E-002)***