WJAOR Lite III 2018 Menikmati Pesisir Pantai Selatan Batukaras Pangandaran

50

Tradisi tahunan kegiatan petualangan otomotif, West Java Adventure Off-road (WJAOR) yang digelar Paguyuban Jeep Bandung (PJB) terus berlanjut. Tahun ini sampai pada penyelenggaraan ke-19 dengan nama resmi event WJAOR Lite jilid ke-3.

Event tahunan berkategori Light adventure off-road ini berlangsung 10-12 Mei 2018 dengan mengambil rute pejelajahan dari Batukaras hingga  di Pangandaran.

Satu hari sebelum pelaksanaan, para peserta terus berdatangan, serta mengikuti penilaian kelayakan kendaraan peserta (scrutineering) dan  briefing mengenai proses keseluruhan perjalanan penjelajahan.

Syarat kepesertaan dilakukan dengan seksama. Peserta dituntut untuk menyiapkan diri serta kendaraannya seoptimal mungkin.

Sejak pagi hari, para peserta berkumpul di Kawasan Wisata Batukaras Kabupaten Pangandaran.

Sebelum melakukan start perjalanan, para offroader mengikuti prosesi upacara pembukaan, sebelumnya mereka memberikan sebuah bantuan kepada masyarakat sekitar.

Kegiatan ini dibuka dan dilepas secara langsung oleh seluruh jajaran penasehat dan pengurus PJB.

Ada 27 unit kendaraan yang terlibat didalamnya. Rombongan para offroader dengan atribut serta peralatan yang safety, dilepas secara bergantian. Seluruh offroader yang terlibat berjelajah melewati beberapa jalur Country Road yang ada di Kabupaten Pangandaran.

Selama kurang lebih 45 menit lama perjalanan  bertolak dari kawasan Batukaras, rombongan peserta  beristirahat di pos pertama kawasan wisata pantai Madasari, dan mengikuti sesi games sebagai salah satu penilaian peserta.

Perjalanan pun dilanjutkan. Seluruh peserta menempuh perjalanan adventure berkarakter lintasan yang bervariasi, seperti jalanan aspal, beton, bebatuan, tanah berlumpur yang selama perjalanan menjadi menu sajian WAOR Lite yang disertai pemandangan eksotis pesisir pantai selatan Pangandaran.

Para pelaku kegiatan ini terkesan menikmati berbagai tahapan lintasan yang ditempuh dalam dua etape.

Pemandangan yang indah saat dinikmati selama perjalanan, menjadi penghilang rasa lelah setiap peserta saat berjelajah. Dalam kesempatan ini  rombongan peserta menyusuri terowongan kereta api Wilhelmina sepanjang 1.116 meter.

Menurut Widy Sobari, Ketua pelaksana dari Paguyuban Jeep Bandung (PJB), minimnya peserta dikarenakan event kali ini bertepatan dengan akhir pekan menjelang bulan Ramadan.

“Sehingga banyak yang mempunyai acara keluarga untuk munggahan ke kampung halamannya, untuk tahun ini terjadi penurunan jumlah peserta,” ujar Widy menjelaskan. Pada tahun-tahun sebelumnya peserta bisa mencapai lebih dari 100 mobil,  pada tahun ini hanya diikuti oleh 27 mobil (peserta).

Meski demikian, WJAOR patut diacungi jempol karena kegiatan serupa ini bisa berkesinambungan tetap bertahan selama 19 tahun sebagai event kebanggaan off-roader Jawa Barat.

Menurut Widy , yang tidak pernah ditinggalkan dalam perhelatan West Java Adventure Offroad ini adalah menu wisata petualangan yang mengakomodasi keinginan banyak peserta fanatiknya serta jadi menu andalan bagi penyelenggaraan event adventure offroad.

Karena ruh wisata petualangan dan penjelajahan telah menjadi ciri khusus yang digemari para partisipan setianya yang datang dari berbagai kota.

Bukan hanya sisi kompetisi saja yang diberikan penghargaan. Paguyuban Jeep Bandung selaku pelaksana kegiatan, memberikan penghargaan lain terhadap tim yang sangat peduli terhadap lingkungan selama perjalanan berupa Eviromental Award, Jungleman Award dan Spirit Award. (E-002)***